Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 25 Mei 2017 | 10:09 WIB

Pembubaran HTI Dinilai Merusak Demokrasi

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 10 Mei 2017 | 14:32 WIB
Pembubaran HTI Dinilai Merusak Demokrasi
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) didampingi Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian (kiri ke kanan) memberikan keterangan pers mengenai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kantor Kemenko Polhukam - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengatakan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak akan pengaruhi perolehan suara dukungan untuk Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Terlalu dini saya menanggapi yang ini. Tapi enggak (pengaruh) juga, karena saya yakin di Pilpres lalu anggota HTI tidak dukung Jokowi," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (10/5/2017).

Ia pun menduga keadaan bisa berbalik apabila umat Muslim di Indonesia ikut merasakan kekecewaan sesama umat Islam. Kekecewaan ini bisa mengakibatkan kurangnya simpati pada Jokowi yang dapat berujung pada menurunnya pemilih Muslim.

"Mungkin saja (umat Muslim ikut kecewa). Yang jelas keputusan ini sudah merusak tatanan demokrasi yang sedang kita bangun," sesalnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menilai pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pasti akan mempengaruhi dukungan bagi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Saya belum melakukan survei tentang besaran pengaruhnya. Tapi sedikit banyak mesti ada pengaruhnya," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (10/5/2017).

Diketahui, pemerintah memutuskan mengambil langkah untuk membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas.

"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017).

Kondisi ini pun memunculkan spekulasi tergerusnya suara Jokowi di Pilpres 2019. Pasalnya tidak sedikit suara umat islam yang akan meninggalkan Jokowi. [ton]

 
x