Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 01:33 WIB

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Kasus BLBI

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 9 Mei 2017 | 20:22 WIB
KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Kasus BLBI
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Syafruddin Arsyad Temenggung, tersangka perkara dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Syaruddin yang juga mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu tidak terima dijadikan tersangka oleh KPK. Dia menilai pihak KPK tidak berwenang menetapkannya sebagai tersangka SKL BLBI lantaran kasus ini di ranah perdata.

Selain itu, alasan gugatan praperadilan juga terkait KPK tidak dapat menangani kasus menjeratnya lantaran kasus itu terjadi sebelum berlakunya UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, argumentasi Syafruddin berhak menangani SKL BLBI yang dikeluarkan pada 2002-2004. Sebab, kata Febri, KPK memang tidak menangani perjanjian-perjanjian perdata.

Menurut Febri, pihaknya hanya menangani penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul oleh Syafruddin dan pejabat-pejabat lain. Sjamsul yang sebagai obligor BLBI belum memenuhi kewajibannya sebesar Rp3,7 triliun.

"Kami akan mempelajari termasuk mengenai berlaku surut dan ranah perdata dan pidana karena pejabat publik punya kewenangan tapi apakah dilaksanakan secara benar atau sewenang-wenang," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Kemudian, lanjut Febri, untuk memperkuat argumentasi tersebut, dalam persidangan, KPK bakal menunjukkan secara formil bukti-bukti yang dimiliki KPK untuk meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan. Namun bukti-bukti itu tidak dibeberkan dengan rinci.

"Karena itu ranah pokok perkara yang seharusnya di Pengadilan Tipikor," ujar Febri.

Dalam kesempatan ini Febri mengatakan, gugatan praperadilan itu tidak akan mengganggu proses penyidikan kasus SKL BLBI milik Sjamsul. "Sama standarnya, praperadilan tidak menghentikan proses penyidikan. Hal yang sama saat MSH (Miryam S Haryani) mengajukan praperadilan, kami tetap melakukan penyidikan," kata dia.

Adapun sidang gugatan praperadilan akan disidangkan pada Senin 15 Mei yang akan datang. KPK sudah menerima gugatan yang dilayangkan Syafruddin. "Kami akan hadapi dengan argumentasi lebih lanjut," kata Febri menutup.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Syafruddin Arsyad Tumenggung sebagai tersangka penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham BDNI. Tindakan Syafruddin itu diduga merugikan keuangan negara hingga Rp3,7 triliun.

Syafruddin disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ton]

 
Embed Widget

x