Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 15:33 WIB

Maruarar Apresiasi Pembagian Sertifikat di Ternate

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 9 Mei 2017 | 11:57 WIB
Maruarar Apresiasi Pembagian Sertifikat di Ternate
Maruarar Sirait - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Kalsel - Presiden RI Joko Widodo menyerahkan secara simbolis lebih dari 700 lebih sertifikat hak atas tanah program strategis nasional kepada masyarakat Provinsi Maluku Utara dalam kunjungan di Kota Ternate, Senin (8/5).

Langkah Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat tanah ini mendapat apresiasi dari anggota Komisi XI, Maruarar Sirait. Maruarar sendiri ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan bertajuk "Lintas Nusantara" dari Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, hingga akan berkahir di Papua ini.

"Program ini tentu saja sangat menggmbirakan rakyat, mengerti rakyat," kata Maruarar Sirait, yang saat ini dalam perjalanan menuju Papua (9/5/2017).

Menurut dia, program ini merupakan bukti keseriusan dan keberpihakan pemerintahan Pak Jokowi kepada rakyat. "Pemberian sertifikat tanah ini juga memberi kepastian hukum atas hak tanah tersebut," sambung Maruarar.

Sebelumnya Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah seperti di Maluku Utara, ada sekitar 487.000 bidang tanah namun yang terselesaikan baru 216.000 atau sekitar 46 persen. Sementara itu, di Indonesia, ada sekitar 126 juta bidang yang harus bersertifikat tetapi baru 46 juta yang terealisasi. Akibatnya, banyak tempat terjadi sengketa tanah, konflik tanah, antara masyarakat dan masyarakat, masyarakat dan perusahaan, maupun masyarakat dengan pemerintah.

"Sertifikat ini tanda bukti hak hukum atas tanah, kalau sudah pegang ini kalau mau minta tambahan modal kerja silakan datang ke bank, tapi hati-hati pinjam ke bank dengan sertifikat harus dihitung, kalkulasi soal mencicilnya setiap bulan," kata Jokowi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, mengatakan, di Maluku Utara ada 5.000 sertifikat tanah yang sudah selesai di tahap pertama tahun 2017 dan pada tahap kedua, akan ditambah 20.000 sertifikat lagi sehingga total ada 25.000 sertifikat pada 2017.

"Tujuannya ada kepastian hukum, sehingga tidak ada sengketa, sertifikat itu juga dapat digunakan untuk agunan untuk pinjaman ke bank sebagai modal usaha," kata Sofyan.[jat]

 
x