Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 19:57 WIB

Karutan Sialang Bungkuk Dipecat Tidak Hormat

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 8 Mei 2017 | 19:11 WIB
Karutan Sialang Bungkuk Dipecat Tidak Hormat
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memecat secara tidak hormat Teguh Triahatmanto dari jabatan Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru dan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pemecatan dilakukan terkait dengan kasus kaburnya 448 warga binaan Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru pada 5 Mei 2017 lalu.

Bersama Teguh, dua orang lagi juga ikut dipecat oleh pihak Kemenkum HAM, yakni Kepala Pengamanan dan Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan. Surat pemecatan itu dibubuhi tandatangan secara langsung oleh Yasonna.

"Tiga itu yang kami pecat dari PNS. Ini pertama kalinya kita lakukan, biasanya kita pecatnya diam-diam," kata Yasonna saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Selain melakukan pemecatan, Yasonna juga meminta kepada jajaran kepolisian untuk mengusut kasus-kasus yang terjadi di rutan tersebut. Sebab, adanya informasi yang menyebutkan kerusuhan itu terjadi karena ada pungutan liar.

"Kami minta juga kepada Kapolda Riau untuk melkukan pemeriksaan terhadap pihak dan oknum yang melakukan tindakan pelanggaran pungli atau pemerasan kepada narapidana," ujar Yasonna.

Untuk menggantikan jabatan sementara ketiga Pejabat tersebut, Yasonna menunjuk Anzhar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Pekanbaru dan Jefriadi sebagai Plh. Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Pekanbaru untuk pemulihan sementara.

Diketahui, sebanyak 448 tahanan Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, melarikan diri ketika akan melaksanakan solat Jumat pada 5 Mei 2017, dengan cara membobol pintu rutan tersebut. Sampai berita ini diturunkan, masih ada 119 tahanan yang masih belum tertangkam.

Peristiwa kaburnya para warga binaan tersebut terjadi setelah adanya kerusuhan yang dipicu tuntutan dari para narapidana. Sedianya, tuntutan narapidana tersebut terkait dengan kelebihan muatan dalam ruangan rutan. [ton]

Komentar

 
x