Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:51 WIB

Ahok Kalah, Ini Cara PPP DKI Selamatkan Partai

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 8 Mei 2017 | 09:36 WIB
Ahok Kalah, Ini Cara PPP DKI Selamatkan Partai
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPW PPP DKI, Abdul Aziz mengatakan tidak perlu dilakukan muktamar luar biasa (MLB) untuk evaluasi kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 karena didukung partai berlambang Ka'bah.

"Tidak perlu, penyelamatan PPP dan konsolidasi hari ini terus berjalan dengan baik," kata Aziz kepada INILAHCOM, Minggu (7/5/2017).

Menurut dia, yang harus dilakukan oleh seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan adalah mengintensifkan konsolidasi kepada konstituen setelah penyelesaian konsolidasi organisasi yang saat ini baru 50 persen di tingkat ranting atau kelurahan.

"Jadi kami tidak mendukung adanya wacana MLB," ujarnya.

Di samping itu, Aziz mengatakan Muktamar Pondok Gede beberapa waktu lalu merupakan ajang islah antara kubu Romahurmuziy alias Romi dengan kubu Djan Faridz sehingga tak ada lagi konflik internal.

"Itu sudah jadi ajang islah dan final," tandasnya.

PPP diketahui terpecah sejak Suryadharma Ali (SDA) terjerat kasus korupsi di KPK ketika menjabat sebagai ketua umum. Setelah itu, PPP punya dua ketua umum yakni Djan Faridz hasil Muktamar Jakarta dan Romahurmuziy alias Romi hasil Muktamar Pondok Gede.

Pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, keduanya punya pilihan calon masing-masing. Namun, pada putaran kedua baik Romi dan Djan sama-sama mendukung Ahok-Djarot, tapi diklaim tidak mendapat restu dari akar rumput.

Dengan tidak adanya dukungan itu, maka kader bawah pun mewacanakan akan menggelar Muktamar untuk memilih ketua umum baru. Sebab, Romi dan Djan diperkirakan sulit untuk diselamatkan lantaran keduanya tidak pernah mau berdamai untuk menyelamatkan PPP.[ris]

 
x