Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 23 Juni 2017 | 12:11 WIB

Jokowi Minta Masyarakat Jernihkan Pemberitaan Hoax

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 4 Mei 2017 | 01:22 WIB
Jokowi Minta Masyarakat Jernihkan Pemberitaan Hoax
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia (HKPD) yang digelar di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Melalui sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa tantangan terbesar dunia pers saat ini adalah banyaknya hoaks, berita bohong dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat.

"Dunia pers saat ini menghadapi tantangan terbesar dalam perjalanannya, yaitu banyaknya hoaks, berita bohong dan ujaran kebencian. Kita juga masih melihat sejumlah jurnalis yang menghadapi kekerasan di berbagai belahan dunia," kata Jokowi.

Tahun ini, lanjutnya, Indonesia memang mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah acara HKPD.

Setiap berhadapan dengan tantangan seperti itu, kata Presiden RI, banyak pengamat mengatakan dunia akan berakhir.

"Saya katakan kepada mereka anda terlalu muda untuk memahami bahwa kami mampu mengatasinya. Kami telah melakukannya dulu, kini kami dapat melakukannya lagi," ucapnya.

Terkait dengan penyebaran hoaks yang kian masif tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa sudah semestinya bagi media dan seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan dan menjernihkan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan pada nantinya bisa membedakan mana berita yang benar dan yang tidak.

"Baik media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita-berita yang tidak benar. Jangan malah kalau ada berita tidak benar malah tidak diluruskan, tapi diangkat atau diviralkan. Itu yang menurut saya perlu kita garap bersama-sama," tandasnya.

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam acara ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova dan Presiden Timor Leste Ke-2, Ramos Horta. [hpy]

 
x