Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 22:24 WIB

Misbakhun Bela Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : - | Rabu, 3 Mei 2017 | 18:52 WIB
Misbakhun Bela Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menjadi bulan-bulanan. Sebab, penyataannya bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik ketiga dunia dianggap sebagai klaim salah dan tak berdasar

Pengkritik Jokowi adalah Jake Van Der Kamp, kolumnis keuangan di South China Morning Post (SCMP). Jake menilai Jokowi mengutip data yang salah.

Namun, anggota Komisi XI DPR M Misbakhun yang membidangi keuangan dan perbankan mengatakan, perdebatan soal peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mesti diakhiri.

"Karena yang disampaikan oleh Presiden Jokowi memang benar, benar bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah nomor tiga di dunia," ujar Misbakhun, Rabu (3/5).

Politikus Golkar itu lantas menyodorkan argumennya. Pernyataan Jokowi adalah untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Turkiye, South Africa.

Misbakhun menjelaskan, BRICS merupakan kelompok negara emerging market. Faktanya, katanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang nomor tiga setelah India dan China.

Menurut Misbakhun, membandingkan perekonomian Indonesia memang harus dengan negara-negara emerging market yang memiliki size dan volume sama.

"India dan China merupakan dua negara besar di Asia yang memang pantas diperbandingkan dengan size, volume dan karakter permasalahan ekonominya dengan Indonesia," tuturnya.

Namun, lanjutnya, membandingkan pertumbuhan ekonimi Indonesia dengan Laos, Bangladesh, Myanmar, Filipina dan Timor Leste tentu kurang tepat. Sebab, dari sisi size dan volume juga berbeda jauh.

"Karakter dan permasalahan ekonominya berbeda. Yang pantas sebagai perbandingan adalah negara-negara BRICS yang emerging market sehingga perbandingannya akan lebih sepadan akan memberikan penilaian yang lebih obyektif dan lebih adil," tuturnya.

Karenanya Misbakhun mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi di Hong Kong soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di peringkat ketiga di dunia harus dimakna sebagai perbandingan yang adil dan objektif. Jika mau jujur, katanya, mestinya semua pihak juga bangga dengan posisi Indonesia itu.

"Pertumbuhan nomor tiga di dunia dibandingkan negara-negara BRICS tersebut harus menjadi kebanggaan nasional dan menjadi prestasi bagi Tim Ekonomi pemeritahan Presiden Jokowi. Apalagi pemerintahan Presiden Jokowi saat ini harus menghadapi situasi ekonomi global dan regional yang penuh ketidakpastian," pungkasnya. [rok]

Tags

 
x