Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 28 Mei 2017 | 00:27 WIB

Teten Soal Pernyataan Jokowi di Hongkong

Oleh : Rayinda Muhammad | Rabu, 3 Mei 2017 | 18:20 WIB
Teten Soal Pernyataan Jokowi di Hongkong
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki angkat bicara soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hongkong yang mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India yang menuai kritik.

Pernyataan Jokowi ini bahkan menjadi perhtian pengamat ekonomi dari luar, Jake Van Der Kamp dan ditulis dalam artikel di kolom bisnis South China Morning Post (SCMP).

Kamp mencemooh data yang dimiliki Jokowi. Pasalnya, apa yang disampaikan Presiden RI keliru dengan data riset yang dimilikinya.

Di data yang dimilikinya, tercatat Indonesia berada di peringkat ketiga belas dalam hal pertumbuhan ekonomi di dunia

Sontak hal ini pun menjadi sorotan di dunia maya. Tak ayal, Kantor Staf Kepresidenan pun dianggap bertanggungjawab karena memberikan data keliru untuk Jokowi.

Teten pun mempertanyakan opini yang berkembang di dunia maya tersebut. Menurut dia, informasi yang selama ini diberikan ke Jokowi tidak pernah salah.

"Kok sumbernya dari KSP? Enggak, sebenarnya yang disampaikan Presiden termasuk di slidenya beliau itu adalah Indonesia menempati pertumbuhan ketiga setelah India dan China, Indonesia itu dalam negara-negara G20. Itu tidak salah," ujar Teten di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).

Saat disinggung kemungkinan saat itu Jokowi salah menyebut atau ada pihak yang salah mengutip pernyataan mantan Gubernur DKI itu, Teten mengaku tak mengetahuinya.

Adapun saat Jokowi menyampaikan pidatonya soal pertumbuhan ekonomi di Hongkong tampak dirinya membaca materi yang akan disampaikannya.

"Saya enggak tahu apakah salah kutip atau tidak, tapi di slide presiden soal G20 dan itu bukan sekali-dua kali beliau menggunakan slide itu. Slidenya dipakai di banyak tempat. Saya waktu itu enggak ada di sana dan enggak tahu (salah kutip atau tidak)," paparnya.

Kepala Negara pun menyebut bahwa masalah ini hanyalah kesalahpahaman semata yang tak perlu diperpanjang.

"Ya, salah paham. Jadi, kalau lihat slidenya disampaikan itu kalau (pertumbuhan ekonomi) negara-negara G20," ucap Teten. [lat]

 
x