Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 01:57 WIB

Tito Dapat Apresiasi dari Ormas Keagamaan-Pemuda

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 1 Mei 2017 | 16:00 WIB
Tito Dapat Apresiasi dari Ormas Keagamaan-Pemuda
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi langkah-langkah kepolisian di bawah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam mengatasi gerakan radikalisme.

Sebab persoalan radikalisme sangat penting dan harus menjadi perhatian banyak kalangan.

"Radikalisme ini bukan hanya ancaman bagi satu kelompok tapi seluruh warga negara bahkan peradaban umat manusia. Tidak boleh ada pembiaran. Contoh hancurnya negara dan peradaban sudah terlihat jelas di Syiria atau Yaman, misalnya," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, saat dihubungi, Senin (1/5/2017).

Gus Yaqut mengingatkan agar pemerintah harus lebih tegas kepada gerakan dan kelompok radikal ini. Pemerintah dan aparat tak perlu ragu apalagi takut menghadapi kelompok radikal.

"Misalnya ketakutan dianggap menekan satu agama tertentu misalnya. Karena melawan kelompok-kelompok radikal itu bukan soal agama tetapi menjaga kedaulatan," tegasnya.

Terkait dengan dugaan makar, Gus Yaqut juga mengingatkan Polri agar tak ragu-ragu. Bila memang sudah memiliki bukti seseorang diduga akan melalukan makar, maka bisa langsung ditangkap.

Hal senada disampaikan anggota Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional PP Muhammadiyah, Hery Sucipto.

Hery yakin polisi tentu memiliki barometer dan ukuran dalam mengambil langkah dan tindakan yang tepat jika ada upaya mengganggu stabilitas nasional. Karena itu, langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencegah lebih awal dugaan makar sudah sangat tepat.

Bagi Hery makar itu tidak dilihat secara sempit yaitu tindakan melawan pemerintah yang secara sah dengan senjata. Makar juga bisa dilihat secara lebih luas yaitu berniat untuk mengguling pemerintah yang sah dengan melakukan provokasi, menghasut dan upaya mengganti ideologi negara. Dan tindakan yang ingin mengoyak persatuan yang selama ini sudah terbangun dalam bingkai NKRI.

"Keputusan Kapolri Tito Karnivian sudah berdasarkan aturan yang berlaku. Tindakannya adalah untuk menjamin keamanan dan kepastian hukum," kata Hery saat dihubungi beberepa saat lalu.

Secara terpisah, politikus PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, menilai Tito merupakan Jenderal polisi yang memiliki integritas serta mengedepankan hukum dalam melaksnakan kebijakannya. Hal ini tak mengeherankan sebab Tito dipilih Preisden Joko Widodo berdasarkan prestasi.

Sebelum menjadi Kapolri, Tito pernah menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sebelumnya Tito Karnavian diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya, dan menjadi lulusan Akpol 1987 pertama yang telah mampu menembus pangkat jenderal bintang empat.

"Dalam kurun 2004-2014, pangkat Tito mengalami tiga kali kenaikan, yakni berpangkat kombes pada 2005, brigjen pada 2010, dan irjen pada 2012," jelas Maruarar.

Di masa Tito, sambung Maruarar, citra polisi terus meningkat sebagaimana terekam dalam sejumlah survei. Berdasarkan hasil survei Kompas misalnya, tingkat kepercayaan terhadap Polri sebesar 71,7 persen.

"Menurut saya, ini juga prestasi yang harus diapresiasi," kata Maruarar.[jat]

 
x