Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Mei 2017 | 01:49 WIB

Artalyta Suryani Sempat Mangkir dari Panggilan KPK

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 26 April 2017 | 23:11 WIB
Artalyta Suryani Sempat Mangkir dari Panggilan KPK
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha Indonesia Artalyta Suryani alias Ayin rupanya pernah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Namun pemanggilan yang dilakukan pada 17 April 2017 lalu, Ayin mangkir alias tidak datang tanpa keterangan.

Ayin sedianya dimintai keterangan dalam penyidikan kasus korupsi penerbitan SKL BLBI BDNI milik Sjamsul Nursalim, untuk tersangka mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafuddin Arsyad Tumenggung (SAT).

Selain Ayin, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi era Presiden Abdurahman Wahid, Rizal Ramli rupanya juga tidak memenuhi panggilan KPK. Keduanya akan dimintai keterangan dalam kasus yang sama.

"Sejak penyidikan kasus ini dilakukan, sudah diagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, pada 17 April 2017 diagendakan pemeriksaan Rizal Ramli, saat itu saksi tidak hadir. Kemudian Pada 25 April diagendakan pemeriksaan Artalita Suryani, namun saksi tidak hadir," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Rabu (26/4/2017).

Menurut Febri, hanya Kwik Kian Gie yang memenuhi panggilan itu. "Kemudian pada 20 April 2017 diagendakan pemeriksaan saksi Kwiek Kian Gie, saat itu saksi hadir dan berikan keterangan," ujar Febri.

Atas ketidakhadiran Ayin dan Rizal Ramli, KPK akan melakukan pemanggilan ulang kepada keduanya. "Dan kami tentu akan lakukan pemanggilan kembali," ujar Febri.

Informasi yang dihimpun, pemanggilan ini guna menggali kedekatan Artalyta Suryani dengan pengusaha sekaligus bos Gajah Tunggal Tbk Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Dimana bank milik Sjamsul Nursalim itu merupakan salah satu bank yang mendapat SKL BLBI.

Berdasarkan penelusudan Artalyta Suryani atau Ayin, eks narapidana kasus penyuapan terhadap jaksa Urip Tri Gunawan, adalah mitra obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI, Sjamsul Nursalim.

Ayin menjadi kontraktor atas proyek tambak udang PT Dipasena di Lampung milik Sjamsul Nursalim, yang juga pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia atau BDNI. Sekitar tahun 1999-2000 Nursalim pernah ke Lampung, melihat proyek tambak udang itu.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Syafruddin Arsyad Tumenggung sebagai tersangka penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham BDNI. Tindakan Syafruddin itu diduga merugikan keuangan negara hingga Rp3,7 triliun.

Syafruddin disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [ton]

 
x