Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 03:11 WIB

Dua Alasan Penting Dibalik Rencana Reshuffle

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 24 April 2017 | 08:38 WIB
Dua Alasan Penting Dibalik Rencana Reshuffle
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat memberikan alasan cerdas jika melakukan reshuffle Kabinet Kerja Jilid III dalam waktu dekat.

Sebab, aura politis akan sangat kental menyertai perombakan kabinet kerja Jokowi dalam waktu dekat ini.

"Menarik kenapa isu reshuffle ini berkembang. Apa karena Pilkada DKI kemarin," kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada INILAHCOM, Minggu (23/4/2017).

Di Pilkada DKI, jago Jokowi (Ahok-Djarot) kalah dari Anies-Sandi. Posisi Ahok setelah selesai menjabat Oktober nantipun menarik ditunggu. Jika dikaitkan, bisa saja reshuffle kabinet nanti untuk 'menampung' Ahok setelah selesai jadi Gubernur Jakarta.

"Sebaiknnya Jokowi tidak perlu memberi tempat untuk Ahok di kabinet kerja karena justru akan membenai Jokowi sebenarnya. lebih baik Jokowi move on untuk mengelola negara lebih baik dari sekarang," ungkapnya.

Jikapun ada reshuffle, Hendri melihat kepentingannya lebih jauh dari sekedar mengobati kekalahan di Pilkada Jakarta.

"Kalau ada reshuffle tujuannya dua. Dia ingin janji kampanyenya segera terwujud karena kalau tidak dia bisa kehilangan suara karena itu. Yang kedua untuk menyiapkan tim sukses untuk 2019," tandasnya.

Sinyal reshuffle Kabinet Kerja jilid III semakin kuat setelah Jokowi sendiri yang menyinggung soal kemungkinan mengganti menterinya. Alasannya standar, Jokowi tidak mau jika menterinya tidak sanggup diberi target kerja.

Komentar

 
x