Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 21:36 WIB

Kecelakaan Maut di Puncak

DPR: Perusahaan Bus Harus Tanggungjawab

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 23 April 2017 | 23:37 WIB
DPR: Perusahaan Bus Harus Tanggungjawab
Kecelakaan Maut di Puncak Bogor - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi V DPR, Fary Djemy Francis mengatakan perusahaan bus wisata harus bertanggungjawab jika mengalami kecelakaan yang disebabkan dari kesalahan teknis kendaraan.

"Pemilik perusahaan yang busnya mengalami kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa harus dimintakan pertanggungjawabannya bila terbukti bahwa faktor teknis mendominasi terjadinya kecelakaan bus tersebut," kata Djemy di Jakarta, Minggu (23/4/2017).

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan faktor teknis kendaraan memang cukup mendominasi pada setiap kecelakaan bus selain faktor kelelahan supir bus, tidak berfungsinya sistem pengereman dengan baik menjadi salah satu penyebab sering terjadi kecelakaan terhadap bus.

"Faktor teknis tersebut merupakan persoalan klasik perusahaan bus di Indonesia disebabkan pengawasan perawatan bus yang akan disewakan kepada masyarakat sering diabaikan oleh pemilik kendaraan," ujarnya.

Menurut dia, hal itu terjadi karena kondisi perusahaan yang menerapkan efisiensi yang ketat dibidang perawatan dan suku cadang kendaraan sehingga mengabaikan keselamatan pengguna kendaraan tersebut.

"Penggunaan suku cadang yang tidak merupakan standar pabrik akan menimbulkan kendaraan tidak akan maksimal dan dapat menyebabkan kecelakaan," jelas dia.

Selain itu, kata Djemy, adanya persaingan tarif sewa bus di Indonesia juga berpengaruh pada sistem manajemen perusahaan antara lain perizinan (KIR), umur kendaraan, perawatan bus dan kondisi supir.

"Melihat kejadian-kejadian kecelakaan bus yang sering terjadi yang penyebabnya adalah faktor teknis, perlu adanya tanggung jawab juga yang dibebankan kepada pemilik perusahaan bus yang mengijinkan kendaraan yang tidak layak jalan digunakan untuk menyangkut orang," katanya.

Di samping itu, Djemy mengatakan pemerintah semestinya bijak dan adil atas kecelakan bus. Karena setiap kecelakan bus tidak selalu kesalahan supir, tapi adanya faktor teknis kendaraan juga yang sangat mempengaruhi suatu kecelakaan dapat terjadi.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Atas kejadian itu, ada empat orang tewas dan beberapa orang mengalami luka hingga dilarikan ke rumah sakit.

Empat korban tewas masing-masing bernama Okta Riyansyah Purnama Putra (26) warga Jalan Rawan 8 No 634 RT 10/02, Kelurahan Lebak Gajah, Kecamatan Sematang Borong, Palembang.

Zainudin (40) ,warga babakan Lebak RT 02/06, Sirna Galih, Kabupaten Bogor, Dadang Sulaiman (45) Kepala Desa Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor dan Diana Simatupang (24) warga Perum Griya Cisauk, Serpong, Tangerang.[ris]

Komentar

 
Embed Widget

x