Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 15:50 WIB

Menimbang Waktu Untuk Reshuffle Menteri Jokowi

Oleh : Ivan Setyadi | Minggu, 23 April 2017 | 06:26 WIB
Menimbang Waktu Untuk Reshuffle Menteri Jokowi
Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak melakukan perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

"Saran saya sebaiknya Presiden tidak merombak kabinet saat ini. Apalagi kalau alasan perombakan diddasarkan pada sikap partai partai itu dalam Pilkada DKI," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (22/4/2017).

Jika reshuffle dilakukan dalam waktu dekat, apalagi setelah hasil pilkada DKI tidak menguntungkan, dimana jagonya Jokowi yakni Ahok kalah, maka aura politis dalam reshuffle akan kentara.

"Semua orang juga tahu bahwa presiden mendukung Ahok, tetapi kalau alasan reshuffle karena berseberangan dengan presiden maka, presiden sungguh pmerendahkan derajatnya," kritiknya pedas.

Sinyal reshuffle sendiri dilontarkan Presiden Jokowi dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta.

Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat pada 2017. Target itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak," ujar Jokowi.

Soal target itu yang mungkin dinilai menteri terlalu tinggi, Jokowi tidak mempersoalkannya."Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," ucap Jokowi.

"Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," sambungnya.

 
x