Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 01:05 WIB

Parpol Siap-siap, Jokowi Beri Sinyal Reshuffle?

Oleh : Ivan Setyadi | Minggu, 23 April 2017 | 04:16 WIB
Parpol Siap-siap, Jokowi Beri Sinyal Reshuffle?
Pengamat komunikasi politik Maksimus Ramses Lalongkoe - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perombakan atau reshuffle menteri kabinet kerja Presiden Jokowi tampaknya tinggal menunggu waktu. hal itu seperti disampaikan Pengamat komunikasi politik Maksimus Ramses Lalongkoe.

"Kemungkinan besar memang akan terjadi reshuffle terhadap partai-partai yang selama ini berseberangan dengan agenda-agenda presiden," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (22/4/2017).

Penilaian tersebut bisa dilihat pada proses pemilihan gubernur Jakarta kemarin. Dimana beberapa parpol yang memiliki wakilnya dikursi menteri di Pemerintahan Jokowi, berseberangan sikap politiknya. Dimana diketahui Jokowi dan Ahok punya hubungan erat dan saling mendukung. Begitupun dengan calon wakilnya Ahok, Djarot Saiful Hidayat yang merupakan kader PDIP.

"Saya kira dalam politik itu hal biasa terjadi. Artinya partai-partai yang berseberangan dengan agenda kerja presiden bisa saja dilakukan reshuffle," ungkapnya.

Sinyal reshuffle sendiri dilontarkan Presiden Jokowi dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat pada 2017. Target itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak," ujar Jokowi.

Soal target itu yang mungkin dinilai menteri terlalu tinggi, Jokowi tidak mempersoalkannya."Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," ucap Jokowi.

Jika sang menteri tak mampu mencapai target, pergantian atau pergeseran posisi menteri alias reshuffle adalah jawabannya. "Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," ujar Jokowi.

Komentar

 
x