Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 04:01 WIB

Jokowi Singgung Reshuffle, Bagaimana Komentar PDIP

Oleh : Ivan Setyadi | Minggu, 23 April 2017 | 03:12 WIB
Jokowi Singgung Reshuffle, Bagaimana Komentar PDIP
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Isu reshuffle kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat. Apalagi, jika isu kocok ulang jabatan menteri dikaitkan pasca kekalahan Ahok-Djarot di Pilgub Jakarta kemarin.

Presiden sendiri sempat menyinggung soal ganti menteri. Namun sayang, isu ini belum sampai ke PDI-P, partai penyokong utama di pemerintahan Jokowi-JK. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyebut urusan menteri menjadi hak prerogatif presiden dalam memilih pembantunya.

"Itu wilayah istana, coba tanya ke istana," katanya kepada INILAHCOM melalui pesan whatsapp, Sabtu (22/4/2017). Andreas bahkan sempat menanyakan darimana isu reshuffle itu dihembuskan.

Komentar senada juga dilontarkan Politis PDI-P lainnya, Masinton Pasaribu. Kepada INILAHCOM, Masinton enggan berkomentar soal kocok ulang menteri."Karena mengangkat dan memberhentikan menteri adakah kewenangan prerogatif presiden," katanya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyinggung soal reshuffle dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Isu sensitif ini terlontar dari Presiden Jokowi setelah Ahok-Djarot keok di Pilkada DKI Jakarta yang dimenangkan jagoan Prabowo Subianto, Anies-Sandi.

Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat pada 2017. Target itu meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak," ujar Jokowi.

Soal target itu yang mungkin dinilai menteri terlalu tinggi, Jokowi tidak mempersoalkannya."Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," ucap Jokowi.

Jika sang menteri tak mampu mencapai target, pergantian atau pergeseran posisi menteri alias reshuffle adalah jawabannya. "Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," ujar Jokowi.

 
Embed Widget

x