Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 11:55 WIB

Kejati Banding Atas Vonis Dahlan Iskan

Oleh : - | Jumat, 21 April 2017 | 16:13 WIB
Kejati Banding Atas Vonis Dahlan Iskan
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung resmi menyatakan banding atas vonis dua tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Tipikor Surabaya pada Dahlan Iskan karena dianggap terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur, Jumat (21/4/2017).

"Karena vonis kurang dari 2/3 dari tuntutan Jaksa, maka kita ajukan banding. Tapi Jaksa masih ada waktu tujuh hari untuk tanda tangan memori kasasi," ujar Maruli dalam konferensi Pers di Kejati Jatim, Jumat (21/4/2017).

Untuk vonis hakim yang menyatakan bahwa Dahlan tidak terbukti merugikan Negara, menurut Maruli, unsur korupsi tidak harus memperkaya diri sendiri namun membantu orang lain atas perbuatan yang dilakukan juga termasuk bagian dari korupsi.

"Yang jelas dia terbukti melakukan korupsi, dan Negara dirugikan atas perbuatan yang dilakukan Terdakwa," ujar Maruli.

Dahlan Iskan, terdakwa perkara korupsi penjualan aset milik PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menyatakan banding atas putusan Majelis hakim yang diketuai Taksin yang menjatuhkan pidana penjara selama dua karena dianggap terbukti salahgunakan kewenangan sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur, Jumat (21/4/2017).

"Saya bertanggungjawab sebagai Dirut PT PWU waktu itu dan saya tidak akan lari dari tanggungjawab ini. Namun setelah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum saya, secara hukum saya nyatakan banding," ujar Dahlan usai putusan dibacakan.

Dahlan menambahkan, dia manganggap PT PWU yang ia pimpin waktu itu ternyata memiliki aturan yang berbeda. Bagi Dahlan, karena sudah perusahaan tersebut sudah berbentu PT maka dia mengira aturan PT yang harus berjalan.

"Tapi ternyata itu tidak berlaku, jadi ini bisa dibuat pelajaran untuk para Dirut PT saat ini. Belajar dari sidang ini. Anggaplah ini kebodohan saya karena terlalu emosi untuk mengabdi," ujar Dahlan.

Untuk diketahui, kasus aset PWU diusut Kejati Jatim pada 2015 lalu. Diduga, terjadi pelepasan sebanyak 33 aset milik PWU yang bermasalah.[beritajatim]

 
x