Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 15:42 WIB

Suap di Bakamla

Dirut PT Melati Technofo Indonesia Dipanggil KPK

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 21 April 2017 | 13:41 WIB
Dirut PT Melati Technofo Indonesia Dipanggil KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI) Sumario Heruwido, Jumat (21/4/2017).

Sumario akan dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pengadaan alat satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk tersangka Nofel Hasan. Dia merupakan PPK dalam proyek ini.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NH (Nofel Hasan, Kabiro pada Bakamla)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Bersama Sumario, Penyidik juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, Sigit Susanto, dan Danang Sriradityo Hutomo, wiraswsta. Keduanya juga diperiksa untuk tersangka Nofel Hasan. "Mereka juga saksi kasus yang sama," papar dia.

Adapun PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI) merupakan salah satu perusahaan yang memenangkan tender proyek pengadaan alat satelit monitoring Bakamla tahun anggaran 2016. Namun, pemenangan tender proyek satelit monitoring tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Pengadaan proyek ini telah terjadi penyuapan.

Tiga petinggi PT MTI, yakni Fahmi Dharmawansyah, M. Adami Okta, dan Stefanus Hardy diduga melakukan suap ke sejumlah pejabat Bakamla untuk memenangkan tender proyek ini. Alhasil, Satgas KPK menciduk ketiganya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

Ketiga petinggi PT MTI tersebut pun kemudian ditetapkan tersangka oleh KPK. Ketiganya disangkakan sebagai pihak pemberi suap. Bukan hanya ketiga petinggi PT MTI tersebut, KPK juga menetapkan tersangka terhadap pejabat Bakamla.

Adapun pejabat Bakamla yang telah ditetapkan tersangka yakni, Kabiro Perencanaan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan, Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi, keduanya diduga menerima suap dari proyek satelit monitoring.

Sementara itu, pihak POM TNI telah menahan dan menetapkan satu tersangka lainnya dari kalangan militer yakni, Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksmana Pertama (Laksma) Bambang Udoyo. [rok]

Tags

 
x