Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 29 Juni 2017 | 15:58 WIB

Dibayangi Prabowo, Anies Bisa Hambat Proyek Jokowi

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 21 April 2017 | 05:04 WIB
Dibayangi Prabowo, Anies Bisa Hambat Proyek Jokowi
Anies Baswedan dan Presiden Jokowi - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Maksimus Ramses, Lalongkoe menilai pada dasarnya pergantian gubernur DKI Jakarta tidak akan menjadi masalah dalam keberlangsungan program dan proyek yang kini tengah berjalan. Apalagi Anies Baswedan sudah pernah bekerjasama dengan Presiden Jokowi saat duduk sebagai Menteri Pendidikan di Kabinet Kerja.

"Antara Anies dan pak Jokowi nampaknya gak ada masalah. Apalagi Anies pernah membantu Jokowi. Artinya komunikasi-komunikasi terus dibangun sehingga kontinuitas program-program selama ini tetap berjalan secara baik," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (20/4/2017).

Menurutnya kondisi ini bisa berubah total jika hadirnya Anies Baswedan di Balaikota DKI Jakarta dibayang-bayangi kendali Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Tapi kalau Anies dibawah pengaruh dan kendali Prabowo untuk kepentingan pilpres 2019 maka iya bisa saja saling menghambat proyek-proyek di Jakarta," ulasnya.

Untuk itu ia berharap Jokowi dan Anies dapat menjalin kerjasama yang kuat semuanya untuk kemakmuran rakyat. Jangan sampai permainan elit politik akan merusak citra dan keparcayaan publik kepada Anies maupun Jokowi.

"Harapannya keduanya harus bisa diajak kerajasama demi rakyat. Kalau ada upaya saling menghambat berati itu sama dengan merusak rasa kepercayaan publik. Dan yang perlu diingatkan bahwa Anies harus mampu meralisasikan program-programnya karena itu janji Anies yang harus dilaksanakannya," tandasnya.

Sebelumya, kemenangan Anies-Sandi versi hasil hitung cepat seluruh lembaga survei diperkirakan justru memberi angin segar kepada pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi. Maklum, sebelum dan saat kampanye Anies berhasil memanfaatkan serangan balik terhadap Ahok dengan mencari dukungan dari para ulama konservatif dan tokoh radikal pinggiran yang menentang Gubernur Jakarta dipimpin non-muslim.

Setelah kekalahan Ahok atas Anies kemungkinan besar demo-demo untuk menganggu pemerintah pusat bakal meredup dan Jokowi bisa menjalankan pemerintahannya dengan lebih enak.

Hanya saja, kekalahan Ahok ditengarai akan semakin memberanikan kelompok-kelompok garis keras untuk memberikan tekanan lebih lanjut di Jakarta dan pemerintah pusat untuk mewujudkan agenda ultrakonservatif. [hpy]

 
x