Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:43 WIB

Anies Harus Mampu Bekerjasama Dengan Jokowi

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 21 April 2017 | 03:06 WIB
Anies Harus Mampu Bekerjasama Dengan Jokowi
Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Maksimus Ramses, Lalongkoe menilai setelah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nanti, Anies Baswedan - Sandiaga Uno harus mampu bekerja sama dengan Presiden Joko Widodo.

"Saya kira mas Anis dan Sandi harus mampu bekerja sama dengan presiden pun sebaliknya. Sehingga rakyat tidak menjadi korban dalam syawat politik kelompok. Misi besar cari pemimpin itu kan untuk melayani rakyat maka harus berbesar hati dan berlapang dada dalam setiap kompetisi demokrasi," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (20/4/2017).

Ia mengakui memang ada kepentingan politik yang terselip dalam agenda pemilihan pimpinan baru Ibukota Republik Indoneisa ini. Namun ia berharap kehadiran Anies-Sandi bisa menyejahterakan rakyat. Jokowi dianggap punya kapabilitas itu.

"Terlepas dari beragam kepentingan kelompok terkait dukungan yang lebih penting adalah hadir membangun rakyat hadir mensejahterakan rakyat itu yang paling penting. Saya percaya Presiden Jokowi mampu menyiasati situasi dan dinamika politik yang terjadi saat ini demi bangsa dan negara," ulasnya.

Sebelumya, kemenangan Anies-Sandi versi hasil hitung cepat seluruh lembaga survei diperkirakan justru memberi angin segar kepada pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi. Maklum, sebelum dan saat kampanye Anies berhasil memanfaatkan serangan balik terhadap Ahok dengan mencari dukungan dari para ulama konservatif dan tokoh radikal pinggiran yang menentang Gubernur Jakarta dipimpin non-muslim.

Setelah kekalahan Ahok atas Anies kemungkinan besar demo-demo untuk menganggu pemerintah pusat bakal meredup dan Jokowi bisa menjalankan pemerintahannya dengan lebih enak.

Hanya saja, kekalahan Ahok ditengarai akan semakin memberanikan kelompok-kelompok garis keras untuk memberikan tekanan lebih lanjut di Jakarta dan pemerintah pusat untuk mewujudkan agenda ultrakonservatif. [hpy]

 
x