Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 11:39 WIB

Kalah Pilgub DKI, Golkar: Pahit, Tapi Bukan Kiamat

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 20 April 2017 | 20:23 WIB
Kalah Pilgub DKI, Golkar: Pahit, Tapi Bukan Kiamat
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan kekalahan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta bukan sebagai bentuk 'matinya' partai berlambang pohon beringin ke depan.

"Kekalahan Ahok-Djarot memang pahit, tapi itu bukan berarti kiamat bagi Golkar. Itu bukan suatu hal yang luar biasa dan kiamat bagi Golkar," kata Agung, Kamis (20/4/2017).

Ia mengajak semua kader Golkar tanpa terkecuali untuk tenang menyikapi hasil perhitungan cepat (quick count) Pilkada DKI yang mengunggulkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang terpenting harus dilihat Golkar adalah kedepan bukan lagi kebelakang.

"Toh sudah tahu hasilnya seperti itu, jadi ke depan bagaimana harus membangun kekompakan dan kesolidan," ujarnya.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengalami kekalahan dari pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI putaran kedua pada Rabu (19/4/2017).

Kekalahan Ahok-Djarot itu memang baru hasil perhitungan cepat (quick count) sementara, bukan hasil perhitungan resmi dari KPU DKI sebagai penyelenggara Pilkada DKI 2017. Sehingga, pasangan kandidat masih menunggu hasil resmi yang ditetapkan dan diumumkan oleh KPU DKI. [ton]

Komentar

 
x