Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 23 Juni 2017 | 19:10 WIB

Uji Bukti Jakarta Bahagia dengan Anies-Sandi

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 19 April 2017 | 20:11 WIB
Uji Bukti Jakarta Bahagia dengan Anies-Sandi
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah hitung cepat (quick count) lembaga riset politik dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua mendapuk pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh suara di kisaran 58 persen. Perolehan ini mengungguli pasangan petahana Basuki-Djarot yang hanya di kisaran 42 persen. Bagaimana masa depan pemerintahan DKI Jakarta di tangan Anies-Sandi?

Takdir politik berpihak pada pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Setelah menjalani dua kali tahapan, akhirnya pasangan Anies-Sandi yang didukung oleh Partai Gerindra dan PKS serta belakangan menyusul Partai Idaman, PAN dan Partai Perindo, unggul mengalahkan kandidat petahana. Kemenangan Anies-Sandi ini memberi pesan penting tentang karakteristik pemilih Jakarta

Sejumlah isu penting yang menjadi program andalan Anies-Sandi akan ditunggu pembuktiannya oleh masyarakat Jakarta. Anies-Sandi yang akan dilantik pada Oktober 2017 mendatang ini, di masa transisi ini harus mematangkan konsep dan skema program kerja yang dianggap menjadi andalan pasangan ini.

Program down payment (DP) 0 kepemilikan rumah di Jakarta harus dimatangkan konsep dan implementasi di lapangan. Sikap skeptis publik atas program ini harus dijawab dengan langkah nyata yang bisa dihadirkan di 100 hari pertama pemerintahan Anies-Sandi.

Sikap politik menolak reklamasi di pantai Jakarta Utara oleh pasangan ini juga harus dibuat formulasi dan skema. Politik retoris saat kampanye harus dijelaskan secara konkret dalam pelaksanaan di lapangan. Persoalan regulasi, politik kebijakan pemerintah pusat, termasuk persoalan bisnis, akan menjadi persoalan yang bakal muncul dalam mewujudkan jargon kampanye "tolak reklamasi" tersebut.

Keraguan sebagian pihak atas komitmen pasangan Anies-Sandi terhadap pluralitas masyarakat Ibukota Jakarta imbas dukungan sejumlah kelompok masyarakat yang diidentifikasi sebagai kelompok literalis dan konservatif dalam sikap beragama juga harus dibantah dengan kebijakan yang antidiskriminatif dan tidak sektarian. Stigma "Jakarta Bersyariah" harus dibantah dengan kebijakan yang berprespektif yang berbhinneka.

Kemenangan Anies-Sandi harus dikonkretkan dengan kebijakan yang bervisi korektif terhadap kebijakan yang dilakukan Ahok-Djarot yang dianggap tidak berkeadilan. Agenda kerja yang memiliki dimensi deferensiasi dalam membangun Jakarta, harus dirumuskan dan dikonkretkan dalam pembangunan Jakarta periode 2017-2022.

Anies-Sandi saatnya tidak lagi bermain retorika dan menjual angan kepada masyarakat Jakarta. Mengkonkretkan semua janji politik dalam pembangunan Jakarta harus diwujudkan di awal jabatan yang baru mulai di lima bulan ke depan.

Lebih dari itu, Anies-Sandi tak perlu gengsi untuk meneruskan peninggalan Ahok-Djarot yang dianggap baik khususnya dalam menahkodai reformasi birokrasi di pemerintahan DKI Jakarta. Selain itu, Anies-Sandi harus segera melakukan konsolidasi terhadap seluruh kelompok masyarakat Jakarta tanpa pandang bulu kelompok. Semua ini harus segera dikonkretkan untuk mewujudkan jargon selama kampanye, maju kotanya bahagia warganya. [mdr]

 
x