Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 13:32 WIB

NasDem: Tamasya ke Pantai, Bukan TPS

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 19 April 2017 | 05:09 WIB
NasDem: Tamasya ke Pantai, Bukan TPS
Politikus Partai NasDem Bestari Barus - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai NasDem Bestari Barus mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan masyarakat darin daerah yang mengikuti acara 'Tamasya Al Maidah'.

Selama tamasya itu dilakukan bukan di tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pilkada DKI Jakarta. Sebab, TPS bukan tempat untuk bertamasya.

"Ya kalau tamsya ke pantai atau ke kebun binatang lah, jangan ke TPS-TPS," kata Bestari pada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Sebab, pihaknya tidak bisa melarang orang masuk ke Jakarta. "Tapi kalau macam-macam berarti bukan mau tamasya, berarti masu rusuh," kata dia.

Dia menegaskan, apabila terjadi kerusuhan dengan datangnya orang-orang tersebut, maka pihaknya tidak segan-segan melakukan pengusiran. Sebab, hal itu adalah salah satu bentuk gangguan terhadap pelaksanaan pilkada yang diinginkan berjalan dengan damai.

"Silahkan saja (datang ke Jakarta). Kalau macam-macam kami usir," ujar dia.

Adapun aksi Tamasya Al Maidah diinisiasi sejumlah ormas keagamaan. Mereka mengajak orang dari luar Jakarta untuk menjaga TPS pada Pilkada DKI Jakarta.

Dengan adanya niatan itu, Polri, KPU, dan Bawaslu membuat maklumat terkait larangan memobilisasi massa ke Jakarta.

Kadiv Humas Polri Boy Rafli Amar sebelumnya mengatakan, tugas pengawasan dan pengamanan tempat pemungutan suara dalam pemilu merupakan tanggungjawab petugas keamanan dan pengawas pemilu.

Menurut dia, tak perlu ada aksi khusus untuk mengawal proses pencoblosan hingga penghitungan suara. Apalagi, sampai mengerahkan massa dari luar Jakarta.

"Petugas-petugas di TPS kan sudah ada. Tolong dipercayakan saja, ada unsur polisi, TNI, dan Linmas," kata Boy. [ind]

Komentar

 
x