Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 13:18 WIB

Olly Kembali Disebut dalam Sidang Kasus Hambalang

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 17 April 2017 | 20:40 WIB
Olly Kembali Disebut dalam Sidang Kasus Hambalang
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Nama Gubenur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokabey kembali disebut dalam sidang korupsi proyek pembangunan Hambalang dengan terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau biasa disapa Choel Mallarangeng.

Nama Bendahara Umum PDI Perjuangan itu muncul saat jaksa KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) pegawai PT Metaphora Solusi Global, Muhammad Arifin, saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Choel.

"Di BAP saudara, ada juga saudara sebut untuk 'tetangga', maksudnya apa?" kata Jaksa Ali Fikri bertanya kepada Arifin di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Mendengar pertanyaan itu, Arifin menjawab bahwa 'tetangga' yang dimaksu merupakan anggota DPR seperti yang disampaikan oleh anggota Tim Asistensi proyek Hambalang Lisa Lukitawati Isa.

"Itu DPR. (Seperti) Disampaikan sama ibu Lisa," kata Arifin menjawab pertanyaan dari jaksa KPK.

Mendapat jawaban itu, jaksa Ali mencecar Arifin mengenai sosok Olly Dondokambey. Jaksa menanyakan perkenalannya dengan Olly.

"Kenal Olly Dondokambey?" ujar jaksa Ali meneruskan pertanyaan. "Kenal," kata Arifin menjawab.

"Pernah bertemu Olly?" kata jaksa kembali bertanya. "Pernah, tapi tidak terkait proyek (Hambalang) ini. Hanya renovasi rumahnya, karena saya konsultan," kata Arifin kembali menjawab.

Mendengar jawaban Arifin yang muter-muter, jaksa pun langsung menanyakan mengenai adanya dugaan aliaran uang ke Olly senilai Rp 500 juta. Sebab, jaksa yakin dia mengetahui pemberian uang tersebut.

"Apakah Olly perlu uang Rp500 juta untuk acara di Bali?" ujar jaksa kembai melempar pertanyaan.

Arifin mengamini adanya permintaan itu. Namun, permintaan itu disampaikan pada Manager Pemasaran PT Adhi Karya yakni Muhammad Arief Taufiqurrahman. "Iya, itu disampaikan ke Pak Arief," papar dia.

Arifin mengatakan, permintaan uang Rp500 juta disampaikan langsung oleh staf Olly yang. Selanjutnya, pesan itu ia sampaikan ke Arief.

"Stafnya Pak Olly yang sampaikan ke saya, butuh dana untuk di Bali. Saya kemudian sampaikan ke pak Arief. Tapi, saya tidak tahu realisasinya," ujar Arifin.

Kemudian jaksa juga menelisik soal aliran uang Rp2,5 miliar yang didapatkan Olly dari PT Adhi Karya. Menurut Arifin uang tersebut diserahkan langsung ke Biro Perencanaan DPR.

"Iya soal uang itu pak Arief yang cerita ke saya. Sebelum proyek P3SON berjalan," ujarnya.

Dan ternyata, Arifin sudah menceritakan mengenai uang itu di dalam BAP. "Saya diminta pak Teuku Bagus (Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya). Uang itu memang saya bawa ke Biro Perencanaan DPR," kata Arifin.

Dalam berkas surat dakwaan Choel, Olly memang disebut menerima uang senilai Rp2,5 miliar dari proyek Hambalang. Nama Olly sebelumnya juga sering disebut dalam surat dakwaan terdakwa sebelumnya yakni Andi Mallarengeng, Deddy Kusdinar, Teuku Bagus Mohammad Noor, dan Anas Urbaningrum.[jat]

Tags

 
x