Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:56 WIB

Keluarga Benteng Mencegah Penyalahgunaan Narkotika

Oleh : - | Rabu, 19 April 2017 | 05:03 WIB
Keluarga Benteng Mencegah Penyalahgunaan Narkotika
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

KELUARGA merupakan benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkotika. Stop Narkoba mulai sekarang, sayangi dan lindungi generasimu dari ancaman narkotika.

Sebagian besar penyalahguna berdalih bahwa bukan hanya karena ajakan dari teman seseorang mengkonsumsi narkotika, tetapi juga untuk mencapai kepuasan dalam diri mereka. Salah satunya adalah untuk merasa lebih baik, bahagia, dan mencari kenyaman.

Perlu diketahui, bahwa dalam kondisi stress yang tinggi, penggunaan narkoba akan membantu melepaskan ketegangan dan mengembalikan keseimbangan pikiran serta tubuh mereka. Efek ini adalah efek depresan untuk mencari relaksasi diri. Kemudian terdapat efek halusinogen yang dapat mengubah perasaan mereka.

Sedangkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, memacu kerja otak dan tubuh, para penyalahguna mencari efek stimulan pada narkotika. Hal ini yang menyebabkan penyalahguna merasa membutuhkan narkotika agar dapat melakukan pekerjaan dengan hasil yang lebih baik. Berbagai efek yang dikandung dari beragam jenis narkotika, menyebabkan penyalahguna narkotika menyebar di seluruh lapisan usia dan profesi.

Meskipun penyalahguna beranggapan ada efek yang baik dari penggunaan narkotika, dan merasa dapat mengendalikan pemakaiannya, namun kandungan zat adiktif pada narkotika akan membuat ketergantungan pada penyalahgunanya. Menurut Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, ketergantungan narkotika adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkotika secara terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama dan apabila penggunaannya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Fakta menunjukan bahwa dalam 1 x 24 jam, terdapat 33 50 orang yang meninggal akibat penyalahgunaan narkotika, baik mereka yang telah mengalami gagal fungsi organ/sistem saraf pusat, over dosis, ataupun mereka yang merupakan korban dari kelalaian penyalahguna/pecandu narkotika (Puslitkes UI, 2015).

Faktor yang menyebabkan seseorang menyalahgunakan narkotika antara lain faktor lingkungan dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kaum remaja yang sering terjebak dalam faktor tersebut. Untuk mendapatkan pengakuan diri di dalam lingkungan, para remaja tidak segan menghancurkan diri mereka ke dalam jurang narkotika. Ironisnya 53% penyalahguna narkotika di kalangan pelajar memiliki edukasi yang baik tentang bahaya penyalahgunaan narkotika (Puslitkes UI, 2016).

Faktor lain yang mendukung seseorang menyalahgunakan narkotika adalah faktor tingkat masalah/ stress di dalam pekerjaan maupun dalam keharmonisan keluarga. Kurangnya pengawasan orangtua terhadap pergaulan anak, membuat tingginya kerentanan anak menjadi penyalahguna narkoba.

Kemudian, pola asuh keluarga diharapkan mampu memberikan gambaran dan menerapkan gaya hidup sehat kepada anak-anak mereka, contohnya dengan mengajak olahraga bersama di akhir pekan, tidak merokok, memberikan asupan gizi yang baik bagi anak mereka, dll.

Peran keluarga menjadi langkah utama dan pertama dalam proteksi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Orangtua dapat turut serta menyelamatkan anak mereka dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini:

  1. Mengenal lingkungan pergaulan anak;
  2. Memiliki kedekatan dengan guru atau wali anak di sekolah;
  3. Menjalin komunikasi dan keharmonisan dengan anak;
  4. Memiliki edukasi yang baik tentang narkotika.

"Mari bersama BNN Kota Jakarta Timur menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Apabila memiliki informasi adanya indikasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika, jangan takut untuk melapor ke BNN Kota Jakarta Timur di Kantor Walikota Jakarta Timur Gedung B2 Lt.4 atau hubungi kami di nomor 021-4800974". [adv]

Komentar

 
Embed Widget

x