Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 16:47 WIB

Menag Akan Pecat Petugas Pungli Calon Jamaah Haji

Oleh : Fadhly Zikry | Minggu, 9 April 2017 | 02:02 WIB
Menag Akan Pecat Petugas Pungli Calon Jamaah Haji
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengingatkan jajarannya agar tidak melakukan tindakan pungutan liar (pungli) kepada calon haji (calhaj).

"Berkali-kali, saya tegaskan untuk tidak coba macam-macam melakukan pungli di urusan naik haji, karena itu jika ada oknum siapapun akan saya siapkan sanksi pemecatan," kata Lukman usai meresmikan renovasi Masjid Raya Baiturrahmah, Wanasari, Denpasar, Bali, Sabtu (8/4/2017).

Politikus PPP ini menambahkan, calhaj merupakan tamu Allah yang harus dilayani sebaik mungkin.

"Saat ini, kami sedang menyiapkan tahapan pelunasan biaya haji bagi calon haji yang akan dibuka mulai Senin (10/4)," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan fasilitas sarapan pagi selama 12 hari dan pengadaan tenda di Padang Arafah serta penyejuk udara. "Karena itu, praktik pungli harus diberantas," tandasnya.

Sebelumnya (3/4), praktik dugaan pungutan liar (pungli) pendaftaran haji reguler dilaporkan terjadi di Kabupaten Bekasi. Setiap calhaj diminta secara terbuka untuk menyumbang Rp150.000 - Rp200.000 per Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).

"Saya hampir jadi korban pungli oknum Kemenag Kabupaten Bekasi saat mendaftar haji reguler di Kemenag Bekasi. Istri saya yang dimintai Rp150 ribu per SPPH," kata warga Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Edy S.

Edy menjelaskan, proses dugaan pungli tersebut terjadi ketika calhaj selesai melakukan foto, terutama ketika hendak mendapatkan salinan SPPH dari petugas. "Ketika proses stempel itu, istri saya didekati petugas dan dibisiki oknum petugas untuk menyiapkan Rp150.000 per SPPH," katanya.

Ia bersama istrinya mengurus pendaftaran itu secara mandiri atau tanpa perantara pada Senin (3/4) setelah jam istirahat siang pukul 13.00 WIB. "Ketika saya tanya, uang apa? Dia jawab untuk pendaftaran. Lalu saya bilang, nggak ada itu, Pak. Harusnya gratis," katanya.

Ketika dikonfirmasi hal itu, Kasubdit Pendaftaran Haji Kementerian Agama setempat, Noer Aliya Fitra membantah dengan keras.

"Proses pendaftaran haji didahului validasi dari perbankan syariah di tempat tinggal calhaj dan calhaj hanya menyiapkan Rp25 juta untuk mendapatkan nomor porsi. Di luar itu tak ada pungutan lain. Kalau biaya materai itu tanggung jawab calhaj, bukan petugas yang menyiapkan," katanya. [tar]

 
x