Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Mei 2017 | 22:34 WIB

Golkar tak Mau Berandai-andai Soal Jatah Menteri

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 8 April 2017 | 07:21 WIB
Golkar tak Mau Berandai-andai Soal Jatah Menteri
Juru Bicara Partai Golkar Nurul Arifin - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM,Jakarta - Presiden Joko Widodo dikabarkan bakal mengevaluasi partai-partai pendukung pemerintah pada Kabinet Kerja. Bahkan Presiden Jokowi bakal menendang partai pendukung yang tidak sejalan dengan pemerintah.

Berbeda dengan partai pendukung yang tidak sejalan dengan pemerintah. Partai Golkar yang selalu memberikan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi dikabarkan bakal mendapat kursi tambahan menteri setelah mengganti menteri dari kader partai yang membelot.

Dikonfirmasi hal tersebut, Juru Bicara Partai Golkar Nurul Arifin belum mau berkomentar lebih dalam. Pasalnya, hal itu baru sebatas wacana yang berkembang di media. Selain itu, Partai Beringin belum mendengar secara langsung.

"Waduh he he, no coment ya, karena baru dengar," kata Nurul kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (7/6/2017) malam.

Dikonfirmasi apabila kabar itu benar, apakah Golkar bakal menyiapkan kader terbaiknya untuk membantu Jokowi, Nurul pun enggan berspekulasi. Yang pasti, kata dia, siapapun kader Beringin yang menjadi menteri akan memberikan dukungan penuh pada Presiden Jokowi dalam menjalankan pemerintahan.

"Itu no coment deh saya nggak tahu itu dari mana belum mau berandai-andai nggak enak deh. Namanya pembantu persiden ya jadi sudah pasti dia harus men Suport presiden all out ya dengan segala programnya gitu," papar dia.

Presiden Jokowi sebelumnya dikabarkan bakal mengevaluasi partai-partai pendukung pemerintah pada Kabinet Kerja. Bahkan Presiden Jokowi bakal menendang partai pendukung yang tidak sejalan dengan pemerintah.

Beredar kabar posisi PAN di pemerintahan bakal dievalusi Presiden Jokowi. Pasalnya, kebijakan PAN belakangan berseberangan dengan pemerintah atau keinginan Presiden Joko Widodo.

Diantaranya mengenai dukungan pada calon kepala daerah DKI Jakarta. Hampir semua partai pendukung pemerintah, memberikan dukungannya pada Basuki-Djarot, hal beda dilakukan oleh PAN. Mereka mendukung calon lain melawan Basuki-Djarot.

Kemudian, PAN ngotot dengan hak angket untuk menurunkan Basuki Tjahaja Purnama dari gubernur DKI Jakarta. Padahal partai pendukung pemerintah menolak adanya hak angket tersebut. [ind]

 
x