Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:53 WIB

Penggiat Anti-Narkoba, Pahlawan Masa Kini

Oleh : - | Senin, 10 April 2017 | 05:00 WIB
Penggiat Anti-Narkoba, Pahlawan Masa Kini
Logo Penggiat Anti-Narkoba - (Foto: Riset)
facebook twitter

MASYARAKAT mungkin belum mengetahui atau mendengar apa yang disebut dengan Penggiat Anti-Narkoba. Ketika kita mendengar tentang relawan narkoba, yang terlintas di pikiran kita adalah BNN, Polisi, Ormas berbadan kekar lengkap dengan simbol-simbol sangarnya.

Ternyata tidak demikian Penggiat Anti Narkoba adalah mitra kerja BNN yang memiliki kemauan dengan sukarela melakukan upaya sinergitas program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara mandiri.

Seperti halnya Ibu Hj Anisah, SAg, merupakan salah satu Penggiat Anti-Narkoba yang dibentuk oleh BNN Kota Jakarta Timur yang sangat aktif mengkampanyekan Anti-Narkoba pada kalangan orang tua khususnya ibu-ibu PKK dan majelis taklim, kader posyandu, jumantik dan guru PAUD RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak).

Beliau menyadari bahwa parenting skill sangat diperlukan karena peredaran gelap narkoba sudah mulai mengancam anak-anak. Beliau selalu menghimbau kepada para orang tua untuk menerapkan mindset bahwa "semua anak adalah anak kita" Oleh karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan di keluarga saja tetapi juga di lingkungan sekitar kita.

Berbeda halnya dengan Bapak Mardeni Santoso, ST, guru komputer di salah satu SMK Jakarta Timur ini adalah penggiat anti narkoba yang membuat program-program pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pemberdayaan siswa. Semenjak menjadi penggiat anti narkoba beliau menjadi tempat curhat para siswa.

Beliau merasakan bahwa banyak anak-anak didik yang masih awam dan meremehkan akibat pemakaian narkoba. Tidak sedikit juga Beliau menerima tanggapan sinis dan ketidakpercayaan dari masyarakat. Namun demikian lambat laun masyarakat mulai merasakan manfaat positif dari kegiatan penggiat anti narkoba, hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Beliau.

Berikut adalah beberapa informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang penggiat anti narkoba atau ingin bergabung dengan penggiat anti narkoba BNN Kota Jakarta Timur.

Siapa yang dapat menjadi penggiat anti-narkoba?

Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 pasal 104 disebutkan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika. Jadi siapapun dapat menjadi penggiat anti narkoba asalkan telah mendapat pelatihan oleh lembaga yang berwenang yakni Badan Narkotika Nasional (BNN). Adapun persyaratan menjadi penggiat anti narkoba adalah :

- Ditujukan pada calon yang benar-benar berminat secara sukarela menjadi penggiat anti narkoba

- Memiliki potensi keterampilan komunikasi yang baik

- Mampu bersosialisasi dengan baik

- Mau mengikuti program sesuai ketentuan yang telah ditetapkan

- Tidak Merokok

- Pendidikan Minimal SMA

- Berumur minimal 18 Tahun

Bagaimana pembentukan penggiat anti-narkoba?

Selama ini mekanisme perekrutan penggiat anti narkoba dilakukan melalui penunjukan oleh pejabat di lingkungan pemerintah, swasta atau tokoh masyarakat yang mengetahui kader-kader calon penggiat anti narkoba yang memiliki potensi untuk menggerakan masyarakat. Calon penggiat anti narkoba akan diberikan pelatihan dan pembinaan tentang strategi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam P4GN, pengetahuan tentang rehabilitasi dan konseling dasar adiksi, pengetahuan tentang aspek hukum dalam P4GN, teknik dan metode penyuluhan serta pembuatan program P4GN di lingkungannya masing-masing.

Apa tugas penggiat anti-narkoba?

Penggiat anti narkoba memiliki tugas untuk menyebarluaskan informasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan sebagai penggerak seluruh masyarakat dan sumber daya yang ada di lingkungannya untuk ikut serta dalam P4GN. Melalui :

- Campaign media seperti pemasangan spanduk, standing banner, stiker dll

- Penyuluhan dan pelatihan P4GN

- Tes Urine

- Mengajak penyalahguna untuk mau direhabilitasi

- Memberikan informasi adanya indikasi peredaran gelap narkoba kepada lembaga yang berwenang (BNN, Polisi)

- dsb.

Karena sifatnya yang sukarela, jumlah penggiat anti narkoba sampai saat ini masih sangat sedikit, mengingat tugas yang diemban tantangannya cukup berat dan bukan hal yang main-main. Terlebih lagi mereka tidak tergantung dengan anggaran pemerintah jadi mereka harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk melakukan program P4GN secara mandiri.

Pekerjaan ini memang membutuhkan panggilan hati nurani dan kepedulian untuk bersama-sama menjaga generasi penerus bangsa agar terbebas dari gerusan bahaya penyalahgunaan narkoba. Akan tetapi kontribusi yang diberikan dalam membantu pemerintah untuk mengurangi demand (permintaan narkoba) dan supply (pasokan narkoba) sangatlah berarti.

Masih ingatkah kita tentang kisah Bapak Agus Suwarno, 69, yang nekat berjalan kaki dari Kabupaten Jepara menunju Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta untuk menemui Kepala BNN, Bapak Budiwaseso? Beliau telah berkomitmen mendedikasikan sisa hidupnya untuk mengkampanyekan Anti Narkoba tanpa harus menunggu komando dari pemerintah tanpa harus menunggu melihat bangsa ini hancur karena narkoba. Sungguh mereka ini adalah Pahlawan Masa Kini. [adv]

 
Embed Widget

x