Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 17:46 WIB

Nazar: Banggar Dapat Alokasi 3-4 % eKTP

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 3 April 2017 | 14:16 WIB
Nazar: Banggar Dapat Alokasi 3-4 % eKTP
Mantan Bendahara Umum Demorkat M. Nazaruddin - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hasil uang korupsi proyek e-KTP senilai Rp 2,3 triliun diduga mengalir ke sejumlah pihak. Salah satunya ke Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang saat itu dipimpin oleh Melchias Marchus Mekeng.

Demikian disampaikan Mantan Bendahara Umum Demorkat M. Nazaruddin saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menurut Nazar, alokasi uang pada Banggar DPR adalah 3-4 persen dari anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Nilai itu, lanjut Nazar, berdasar kesepakatan antara pihak Banggar bersama Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang mengerjakan e-KTP. Selain itu, sebelumnya juga dibahar di DPR bersama anggota Komisi II DPR Mustokoweni, Ignatius Mulyono (keduanya sudah meninggal dunia).

"Kesepakatan pimimpinan Banggar 3-4 persen. Waktu itu alokasi yang dicoretan," kata Nazar dihadapan majelis hakim.

Nah, jatah tiga sampai empat persen itu merupakan pembagian jatah dari kesepakatan tujuh persen. "Waktu pembahasan itu disepakati untuk di DPR itu dialokasikan lima sampai tujuh persen," ujar Nazar.

Sebelum anggaran e-KTP untuk Kemendagri dialokasikan, kata Nazar, Andi Narogong memang harus mengeluarkan dana terlebih dahulu untuk anggota DPR. "Sebagai imbalan supaya anggaran itu ada," terang dia.

"Waktu itu sudah direncanakan Mustokoweni. Kalau di kemendagri itu bahasanya Andi dikomunikasikan lewat Diah," ditambahkan Nazar.

Selain dibagikan kepada pimpinan Banggar DPR, lanjut Nazar, uang juga dibagikan kepada ketua, wakil ketua, anggota, dan anggota Banggar di Komisi II DPR. Nazar juga menyebutkan dana juga dialokasikan untuk kapoksi dan semua anggota Komisi II DPR. Pimpinan Banggar DPR, yakni Olly Dondokambey, Melchias Marchus Mekeng, Mirwan Amir, dan dan Tamsil Lindrung.

"Waktu itu ada USD 500 ribu, USD 200 ribu. Ke Partai Demokrat juga ada waktu itu diterima. Semua anggota (Komisi II) rata-rata USD 10 ribu," tandas Nazar.

Irman dan Sugiharto sebelumnya didakwa perkaya diri sendiri atau orang lain, atau korporasi. Diantara pihak yang diuntungkan adalah sejumlah pimpinan Banggar DPR, yakni Olly Dondokambey, Melchias Marchus Mekeng, Mirwan Amir, dan dan Tamsil Lindrung.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Mekeng disebut menerima USD 1,4 juta; Olly Dondokambey USD 1,2; Tamsil Lindrung USD 700; dan Mirwan Amir sejumlah USD 1,2 juta. [rok]

Komentar

x