Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 15:46 WIB

Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Penggelapan Mobil

Oleh : - | Selasa, 28 Maret 2017 | 21:03 WIB
Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Penggelapan Mobil
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Bojonegoro - Petugas Kepolisian Resort Bojonegoro berhasil mengamankan tiga orang pelaku penipuan dan penggelapan mobil. Pasalnya, pelaku berhasil menggondol delapan mobil jenis dump truk dan pick up.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menjelaskan pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan itu atas laporan korban Hj. Sri Rahayu Ningsih warga Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro.

Tersangka yang berhasil diamankan pertama kali beinisial BM (44), warga Dusun Sepat, Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Penangkapan BM berdasarkan laporan atau informasi dari Polres Rembang, Jawa Tengah.

"Dimana Polres Rembang telah mengamankan pelaku BM terkait kasus penggelapan mobil di wilayah Bojonegoro," kata Wahyu, Selasa (28/3/2017).

Selanjutnya, anggota Satreskrim Polres Bojonegoro datang ke Polres Rembang untuk melakukan pemeriksaan terhadap BM. Dari hasil pemeriksaan itu, pelaku mengakui telah melakukan penggelapan delapan mobil di wilayahnya.

"Petugas kemudian melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan tiga orang tersangka lain yang bertugas sebagai penadah barang curian dari BM," ujarnya.

Ia mengatakan tiga penadah itu antara lain RS (38) dan MNL (38), keduanya warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsari, Jepara serta RBG (33), warga Desa Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

"Ketiganya kini diamankan di Mapolres setempat, sedangkan BM masih disel di tahan Mapolres Rembang, Jawa Tengah," jelas dia.

Ia menambahkan pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan kasus tersebut, karena tersangka menjual mobil curian ke penadah lainnya.

"Pelaku menjual mobil curian ke tiga penadah ini mulai Rp 30 hingga Rp 45 juta, tergantung tahun keluaran mobilnya. Kemudian penadah menjual lagi dan mendapat untung antara Rp 5 hingga Rp 10 juta," katanya.

Atas perbuatannya, ketiga penadah itu dijerat pasal 480 KUHP tentang tindak pidana penadahan barang curian dengan ancaman 4 tahun penjara. Sedangkan, BM bakal dijerat pasal 378 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.[beritajatim.com]

 
x