Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 20:44 WIB

Viral Penculikan Anak di Medsos

Polres Ngawi Imbau Warga Tidak Percaya Hoax

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 25 Maret 2017 | 17:01 WIB
Polres Ngawi Imbau Warga Tidak Percaya Hoax
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Ngawi - Kapolres Ngawi, AKBP Nyoman Budiarja mengaku sudah beberapa kali membaca isu penculikan anak di media sosial dan terjadi di Ngawi. Ia pun minta warga tidak percaya kabar tersebut.

"Jangan mempercayai adanya berita maupun kabar penculikan anak yang beredar di media sosial (medsos) akhir-akhir ini," katanya di Ngawi, Sabtu (25/3/2017).

Secara blak-blakan ia menyebutkan, berita penculikan yang menjadi viral di medsos hanyalah berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengakui berita maupun kabar penculikan anak sangat santer beredar di medsos. Bahkan dampaknya sampai meresahkan warga masyarakat sekarang ini.

"Kami meminta jangan mempercayai kabar-kabar hoax itu karena tidak jelas sumbernya," tegas kapolres yang baru sebulan menjabat itu.

Dia pun meminta kepada masyarakat terutama para pengguna medsos tidak menelan langsung informasi yang didapat, terlebih bila belum jelas kebenarannya. Apalagi, sebelumnya masyarakat Kabupaten Ngawi sempat dihebohkan kabar penculikan anak yang terjadi di dua desa masuk Kecamatan Geneng yakni Dempel dan Klitik.

"Masyarakat tidak perlu resah yang berlebihan. Hal itu justru akan menimbulkan keresahan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat itu sendiri. Memang kaitanya dengan kabar penculikan anak ada yang menyebut adanya penjualan organ tubuh segala macam itu," katanya.

Jika ada warga masyarakat, lanjut dia, yang mendapatkan kabar hoax tentang penculikan anak segera dikonfirmasi terlebih dahulu kepada aparat keamanan. Jangan lantas info tersebut disebarkan. Sehingga kabar yang dimaksudkan itu tidak menjadi bias yang berakibat pada terganggunya situasi kamtibmas ditengah masyarakat. [beritajatim]

 
x