Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 April 2017 | 19:03 WIB

NasDem Bidik Gus Ipul & Khofifah jadi Cagub Jatim

Oleh : - | Senin, 20 Maret 2017 | 22:08 WIB
NasDem Bidik Gus Ipul & Khofifah jadi Cagub Jatim
Gus Ipul & Khofifah - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - DPP NasDem mempertimbangkan nama Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

"Sampai saat ini ada dua yang dipertimbangkan partai, yaitu Gus Ipul dan Mbak Khofifah," ujar Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh di sela Konsolidasi Fraksi NasDem se-Indonesia di Surabaya, Senin malam (20/3/2017).

Gus Ipul sendiri saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim dua periode yang sampai sekarang menjabat, sedangkan Khofifah adalah Menteri Sosial RI.

Keduanya, kata dia, dianggap layak masuk dalam pembahasan partainya, namun belum bisa dipastikan siapa yang akan diberi rekomendasi karena harus melalui mekanisme internal.

"Masih ada aturan yang dilewati, termasuk siapa di antara mereka yang popularitas maupun kapabilitasnya paling tidak sesuai dengan partai. Tunggu saja DPW NasDem Jatim masih bekerja," ucapnya.

Ketika disinggung keputusan DPP NasDem yang telah memberikan rekomendasi ke Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat, politisi yang juga pengusaha itu menilai bahwa Jatim memiliki dinamika tersendiri sehingga berbeda.

Terkait nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Surya Paloh juga mengaku belum mempertimbangkannya dan memastikan dua nama yang dibahas serta ditindaklanjuti.

Begitu juga nama anggota DPR RI asal Fraksi NasDem, Hasan Aminuddin, yang ditegaskannya berada di urutan paling akhir untuk dipersiapkan menjadi calon pemimpin Jatim dari partainya di Pilkada mendatang.

"Risma belum dipertimbangkan karena sudah ada dua nama, kalau Pak Hasan itu disiapkan terakhir, apalagi kader sendiri," katanya.

Di Jatim, NasDem diwajibkan berkoalisi dengan partai politik lain karena perolehan kursinya yang hanya empat kursi, sedangkan untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya maka paling tidak wajib memiliki 20 kursi.

"Kami pasti berkoalisi, namun belum tahu dengan siapa. Apalagi koalisi di daerah itu fleksibel dan tidak harus sama dengan yang ada di Jakarta," katanya.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x