Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 09:51 WIB

Ini Hasil Pembicaraan KSP dan Petani Rembang

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 20 Maret 2017 | 20:16 WIB
Ini Hasil Pembicaraan KSP dan Petani Rembang
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengaku telah menggelar pertemuan dengan pihak PT Semen Indonesia sebelum menerima para petani dari kawasan Pegunungan Kendeng yang melakukan aksi protes mengecor kaki mereka di kantornya, Senin (20/3/2017) sore.

"Tadi pagi sebelum menerima mereka (petani) kami sudah memanggil PT Semen Indonesia lalu juga Kementerian BUMN. Mereka hadir dalam pertemuan tadi pagi," kata Teten di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Ia mengungkapkan, pertemuan itu turut dihadir Deputi Menteri BUMN untuk merespon demo dari masyarakat Kendeng yang menolak pabrik semen.

Hasil pembicaraan itu, disepakati bahwa PT Semen Indonesia menghentikan untuk sementara proses penambangannya.

"Memang sudah mereka hentikan. Kedua, mereka akan melakukan perbaikan terhadap jalan-jalan yang rusak akibat alat-alat berat mereka. Ketiga, rencana peresmian pabrik mungkin ditunda dulu, termasuk juga beberapa proses hukum terhada masyarakat Kendeng ini akan dibicarakan dengan Kapolri dan Kapolda," paparnya.

Adapun saat ini, lanjut Teten, pemerintah sedang menyelesaikan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) yang sedang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedianya, kajian itu akan selesai akhir bulan ini.

"Tentu akan ada membicarakan hasil KLHS ini dengan Kementerian BUMN, PT Semen Indonesia, Kementeian LHK dan Pemda, selain gubernur juga bupati. Kami mengumumkan hasil-hasil itu dan disampaikan ke para masyarakat Kendeng yang tadi hadir di KSP, supaya mereka bisa semua berhenti dulu tunggu hasil KLHS," tuturnya.

Untuk itu, pemerintah mengharapkan para petani menghentikan aksinya karena persoalan ini tidak bisa selesai dalam sehari dan dua hari.

"Pemerintah harus meninjau dari berbagai aspek, lain halnya kalo ini persoalan baru ini kan pabrik sudah dibangun. Kesepakatan dulu dengan Presiden adalah yang mau di KLHS adalah kawasan tambang. Jadi, antara pabrik dengan kawasan tambang kira-kira 10 km," ujarnya.

Sekali lagi, Teten meminta agar para petani menunggu terlebih dahulu hasil KLHS ini.

Setelah kajiannya selesai, maka pemerintah akan lebih mudah mengambil keputusannya meskipun harus dibicarakan antara Kementerian BUMN, Kemeterian LHK, dan Pemda setempat.

"Soal apakah menghentikan aksinya, tanya mereka. Intinya, kami sudah menjawab beberapa tuntutan mereka," ucapnya.

Soal kemungkinan akan adanya solusi yang saling menguntungkan antara pemerintah denga para petani, KSP menegaskan hal itu akan dipertimbangkan pemerintah.

"Ya, itu nanti. Kami tetap bersikukuh dengan hasil pertemuan Presiden dengan mereka pada Agustus 2016 yaitu KLHS dulu dilakukan. KLHS kan, tinggal menunggu beberapa hari. Presiden sampai sekarang belum ada perubahan," tegasnya.

Adapun sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menerima masyarakat Kendeng di Istana dan menyepakati soal KLHS tersebut.

"Dulu pembicaraan dengan masyarakat Kendeng itu Presiden bersedia menerima Gunretno (salah satu petani) karena menyepakati satu hal, yakni melakukan KLHS dengan wilayah tambangnya. Sampai sekarang belum ada perubahan," ungkapnya.[jat]

Tags

 
x