Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 28 Maret 2017 | 13:20 WIB
Hide Ads

Alasan Sakit, Terdakwa Bijih Minta Dikeluarkan

Oleh : - | Senin, 20 Maret 2017 | 19:21 WIB
Alasan Sakit, Terdakwa Bijih Minta Dikeluarkan
Vonny Endrawati, terdakwa kasus penipuan bijih plastik - (Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Vonny Endrawati, terdakwa kasus penipuan bijih plastik ini tampak memaksa majelis hakim yang diketuai Hariyanto untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (20/3/2017).

Alasan terdakwa Vonny sebagaimana diutarakan oleh kuasa hukumnya, terdakwa dalam kondisi sakit. Tak lupa, terdakwa juga menyertakan surat keterangan sakit yang dikeluarkan dokter Rutan Medaeng yakni dokter Arifin. Meski tidak diutarakan sakit apa yang diderita terdakwa.

Namun secara kasat mata, Direktur Utama PT Semesta Raya Abadi Jaya ini tampak sehat. Wajahnya tampak segar, begitupun saat berjalan juga masih tegak.

Tak hanya sampai disitu, Vonny yang duduk di kursi terdakwa bahkan berkali-kali mendesak hakim Hariyanto untuk menyetujui penangguhan penahanan yang diajukannya. "Dibantu pak, ya pak ya," kata Vonny kepada hakim Hariyanto.

Mendapat desakan dari Vonny, hakim Hariyanto lantas bertanya kepada Vonny perihal kondisi kesehatannya saat ini. "Sekarang sudah sehat kan, masih kuat kan? Ya ya nanti dipertimbangakan, sudah nanti saja biar sidangnya cepat selesai," kata hakim Hariyanto.

Tak terima dengan jawaban hakim Hariyanto, Vonny langsung berdiri dari kursi terdakwa dan maju ke meja majelis hakim. Di meja majelis hakim, Vonny pun lantas berbisik kepada hakim Hariyanto. "Sudah-sudah nanti dipertimbangkan. Gak enak banyak orang," kata hakim Hariyanto sembari memegang pundak Vonny.

Sementara itu, fakta baru terungkap dalam persidangan kasus penipuan bijih plastik tersebut. Terungkap, sebelum kasus ini dilaporkan ke polisi, Rasono Ali Hardi (korban) telah dua kali mensomasi Vonny lantaran bijih plastik yang dipesan tak kunjung dikirim.

Vonny yang merupakan Ditektur Utama PT Samesta Raya Abadi Jaya sempat disomasi dua kali lantaran bijih plastik yang dipesannya tak kunjung dirikim. "Dua kali somasi dikirim Pak Rasono. Somasi intinya, dia (Rasono) tanya mengapa uang sudah masuk, tapi kenapa barang (bijih plastik) belum juga dikirim," ujar saksi Yustina, karyawan PT Semesta Raya Abadi Jaya kepada majelis hakim.

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum Fathol Rasyid menghadirkan sebanyak empat saksi di persidangan. Dua saksi merupakan anak buah Vonny di PT Semesta Raya Abadi Jaya, satu saksi dari Bank Danamon, dan satu saksi lagi merupakan Bernard Iskandar Dinata, putra Vonny. Keempat saksi banyak mengaku lupa saat diperiksa oleh majelis hakim.

Perlu diketahui, aksi tipu-tipu itu dilakukan Vonny di kantor PT Cahaya Mas Makmur jalan Cempaka, Surabaya pada Maret 2016 lalu. Dalam dakwaan dijelaskan, Vonny sebagai Direktur Utama PT Semesta Raya Abadi Jaya menawarkan biji plastik dengan harga murah dan kwalitas bagus kepada Paula Lina Luis istri dari Rosono Ali Hardi pemilik PT Cahaya Mas Makmur yang bergerak dibidang usaha produksi kantong plastik.

Tertarik dengan penawaran itu, Paula Lina Luis pun membeli biji plastik tersebut dan membayar secara berkala kepada Vonny dengan nilai total sebesar Rp 14 miliar. Namun ternyata bijih plastik yang dipesannya tak kunjung dikirim oleh Vonny. Atas perbuatannya, Vonny dijerat pasal 372 KUHP dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).[beritajatim]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x