Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:14 WIB

Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Dokumen Palsu

Oleh : Fadly Zikri | Senin, 20 Maret 2017 | 16:02 WIB
Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Dokumen Palsu
Ketua Presidum Indonesia Police Watch Neta S Pane - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Mabes Polri belum melakukan penahanan terhadap Bong Parnoto tersangka kasus pemalsuan dan pencurian dokumen pengalaman pekerjaan milik PT Teralindo Lestari.

Sementara Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengembalikan berkas perkara itu ke penyidik Dittipidum Bareskrim Polri untuk segera dilengkapi. Namun, sampai berkas perkara itu dikembalikan, penyidik Bareskrim belum menahan Bong.

"Sangat aneh jika ada tersangka dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara tidak ditahan oleh Bareskrim, sementara tersangka lain dengan cepat ditahan Bareskrim. Patut dipertanyakan, kenapa Bong diistimewakan, Bareskrim harus membuka alasannya ke publik," kata
Ketua Presidum Indonesia Police Watch Neta S Pane, saat dihubungi, Senin (20/3/2017).

Dia pun menyarankan Komisi III DPR turut andil meminta penjelasan terkait hal tersebut. "Bisa saja ada permainan tersangka dengan oknum penyidik sehingga tersangka tidak ditahan. Untuk itu Komisi III perlu mempertanyakannya dengan Kabareskrim," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyarankan agar pihak PT Teralindo Lestari mengadukan persoalan ini ke Divisi Propam Polri. Dia juga mengimbau Kapolri dan Kabareskrim dapat turun tangan mengawasi kasus tersebut.

"Pelapor bisa mengadukan kinerja penyidik. IPW juga mengimbau para atasan harus mau mencermati dan mengawasi anak buahnya yang menjadi penyidik agar mereka tidak bertindak semau gue yang bisa merugikan institusi dan masrakat pencari keadilan hukum," tandasnya.

Pernyataan itu disampaikan Neta menyusul adanya tuntutan dari Kuasa hukum PT Teralindo Lestari Berman Simbolon yang mendesak agar penyidik Bareskrim segera menahan Bong. Mengingat, syarat-syarat subjektif untuk menahan Bong telah memenuhi unsur.

Pertama, berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) No: B/226/XI/2016/Dit. Tipidum, 16 November 2016, Bong dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman enam tahun penjara. Sebagaimana dalam Pasal 1 angka 21 KUHAP, jelas disebutkan tersangka bisa ditahan jika ancaman penjaranya enam tahun atau lebih.

Kedua, kata Berman, Bong terbukti telah mengulangi perbuatannya menyusul adanya dua laporan kasus lain yang juga melibatkan managing Direktorat PT Rajawali tersebut, yakni tindak pidana Paten yang diatur dalam pasal 130 UU No 14 Tahun 2001 tentang Paten dengan Laporan Polisi No: LP/560/VI//2016, tanggal 3 Juni 2016.

Kemudian, tindak pidana penipuan berdasarkan Laporan Polisi No: LP/848/VIII/2016/Bareskrim, tanggal 20 Agustus. Dalam laporan ini, Bong diduga telah melakukan penipuan dalam pembagian segmen pasar komersial atas produk pompa merek Amstrong.

"Jadi, secara hukum tersangka sudah dapat ditahan sesuai dengan ketentuan perundangan," kata Berman. [rok]

Tags

Komentar

 
x