Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 12:23 WIB

Ipar Jokowi Benarkan Bertemu Dirjen Pajak Ken

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 20 Maret 2017 | 15:32 WIB
Ipar Jokowi Benarkan Bertemu Dirjen Pajak Ken
Arif Budi Sulityo - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Arif Budi Sulityo yang juga adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku pernah menemui Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. Pertemuan itu berlangsung pada bulan Septerber 2016 tepatnya di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Arif Budi mengakui pernah bertemu dengan setelah tim jaksa KPK mencecar pertemuan dengan Ken. Meski demikian, ia mengklaim lupa dengan materi pertemuan tersebut. Ia hanya membenarkan adanya pertemuan itu.

"Tanggal 23 (September 2016) pagi saksi ke gedung Ditjen Pajak jam berapa?," kata tim jaksa KPK bertanya pada Arif di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

"Tepatnya saya lupa pak," jawab Arif.

Arif pun buru-buru membantah pertemuan itu membicarakan persoalan pajak PT E.K Prima Ekspor Indonesia. Ipar Presiden itu mengklaim isi pembicaraan itu berkaitan dengan persoalan Tax Amnesty perusahaan PT E.K Prima.

"Saya tanyakan Pak Ken, apa saja (syarat) tax Amnesty, disarankan pak Ken, 'ngapain ngurus di Jakarta, di Solo saja'," kata Arif menerangkan dihadapan majelis hakim.

Dengan begitu, dia menepis mengetahui masalah pajak yang tengah dihadapi oleh perusahaan PT EK Prima Ekspor Indonesia. Arif mengklaim baru mengetahu permasalahan itu setelah mendapat cerita langsung dari Mohanan.

"Yang saya tahu Pak Mohan permasalahan tax amnesty. Saya baru tahu kemarin (pas ada masalah) PT EKP," ujar Arif.

Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi sebelumnya tak membantah pernah melakukan pertemuan dengan Arief yang merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo. Pertemuan berlangsung di di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sekitar September 2016.

"Saya kenal saat dia (Arif) ke ruangan saya. Dia bersama Rudi, saya bersama beberapa direktur," ungkap Ken saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, Ramanapicker Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/3/2017).

Ken tak menampik pertemuan itu atas permintaan Arif kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv. Haniv selanjutnya menghubugi penyidik di Ditjen Pajak Handang Soekarno guna mengatur pertemuan.

"Pak Arif sama Pak Rudi bilang mau ketemu saya ke Pak Haniv," terang Ken.

Ken mengklaim bahwa pertemuan tersebut membicarakan persoalan pajak PT EKP. Ken mengklaim, Arief dalam pertemuan itu hanya membahas soal mekanisme pengajuan pengampunan pajak (tax amnesty).

"Bersama Rudi, saya ditemani beberapa direktur, menanyakan tentang tax amnesty. Lalu saya putarkan film tax amnesty. Dia (Arif) punya banyak perusahaan di Jateng, dia tanya bisa tidak mengajukan di Jakarta. Jadi semua hanya bertanya soal tax amnesty," tandas Ken.

Dalam surat dakwaan jaksa terhadap Rajamohanan, disebutkan bahwa Ken dan Arif pernah melakukan pertemuan di Kantor Ditjen Pajak pada 23 September 2016. Keinginan bertemu itu awalnya disampaikan kepada Handang melalui temannya sekaligus Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Muhammad Haniv. Kemudian Handang mengabulkan permintaan Arif yang juga kenal dengan Rajamohanan.

Pertemuan itu sendiri berbuntut keputusan yang menguntungkan perusahaan Rajamohanan. Yakni, penghapusan tunggakan kewajiban pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia senilai Rp52,3 miliar untuk masa pajak Desember 2014, dan Rp26,4 miliar untuk masa pajak Desember 2015.

Selanjutnya Muhammad Haniv selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak Nomor : 00270/107/14/059/16 tanggal 06 September 2016 masa pajak Desember 2014 atas nama Wajib Pajak PT EKP dan Surat Keputusan tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak (STP) atas nama Wajib Pajak PT EKP.

Dakwaan jaksa itu dikuatkan dengan pengakuan Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyelidikan (P2IP) DJP Jakarta Khusus, Wahono Saputro saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/3/2017). Wahono tak menampik setelah jaksa KPK membacakan berita acara pemeriksaannya di KPK.

Dalam pengakuannya, Wahono mengaku jika Arif pernah bertemu dengan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi membicarakan sejumlah persoalan pajak PT EKP.

"Saya juga pernah diberitahu Pak Haniv, Pak Arif pernah ketemu dengan Dirjen Pajak terkait saudara Mohan," kata Ali Fikri membacakan BAP Wahono.[jat]

 
x