Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:13 WIB

Nasdem Deklarasi Ridwan Kamil

Terlalu Dini Jadikan Pilgub Jabar untuk Pilpres

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 20 Maret 2017 | 08:02 WIB
Terlalu Dini Jadikan Pilgub Jabar untuk Pilpres
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Pusat Laboratorium Politik Indonesia, Mohammad Hailuki mengatakan Pilkada Jawa Barat yang digelar 2018 tidak bisa dijadikan sebagai rujukan untuk memenangkan kontestasi Pemilu 2019.

Menurut dia, Partai Gerindra yang didukung Ahmad Heryawan (Aher) sebagai Gubernur Jawa Barat dan M Ridwan Kamil alias Kang Emil sebagai Wali Kota Bandung tidak dapat memenangkan pertarungan Pemilu Presiden pada 2014 silam.

"Prabowo didukung Aher dan RK (Ridwan Kamil) realitanya tetap kalah pilpres," kata Hailuki kepada INILAHCOM, Minggu (19/3/2017).

Oleh karena itu, Hailuki meminta kepada partai besutan Surya Paloh tidak menjadikan bahan referensi Pilkada Jawa Barat untuk Pemilu 2019 meskipun telah deklarasi mendukung Kang Emil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat. Karena masih kepagian.

"Terlalu dini bahas konstalasi pilpres memakai paradigma Pilkada Jabar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan anggota DPR Fraksi Partai Nasdem, Kurtubi menganggap Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 bisa mencerminkan kondisi di Indonesia dalam agenda politik nasional. Karena menurut dia, ada lebih dari 20 juta suara di Jawa Barat.

"Jabar termasuk provinsi terbesar di Indonesia. Dekat dengan Jakarta, kawasan industri. Cerminan Jabar bisa mencerminkan kondisi di Indonesia," katanya.

Kurtubi tidak sependapat dengan anggapan bahwa pemilihan gubernur di Jawa Barat tak akan menembus pemilihan presiden 2019 mendatang. Sebab, kursi presiden lebih dekat dengan Jakarta seperti Joko Widodo alias Jokowi.

"Bisa saja Gubernur Jabar yang sukses menjadi presiden. Kalau orangnya bagus, kenapa tidak," tandasnya.[ris]

Komentar

 
x