Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 22:40 WIB

GNPF MUI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan ACT

Oleh : - | Minggu, 19 Maret 2017 | 22:58 WIB
GNPF MUI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan ACT
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir mengapresiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatasi bencana kelaparan di Afrika dan Yaman. Tiga negara Afrika yang dilanda bencana kelaparan adalah Somalia, Sudan Selatan dan Nigeria.

Dalam pelepasan relawan ACT di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Pimpinan AQL Islamic Center yang juga aktif di bidang sosial dan kemanusiaan ini menegaskan bangsa Indonesia khususnya umat Islam punya tanggung jawab sosial untuk meringankan beban saudara-saudaranya di negara lain yang membutuhkan bantuan.

Ini merupakan kemuliaan dari sisi kemanusiaan sehingga umat Islam harus berperan mengulurkan bantuan kepada negara yang dilanda kelaparan tersebut. Terlebih bagi umat Islam sangat dianjurkan memberikan makan kepada orang dikenal dan tidak dikenal.

Bachtiar Nasir juga mengimbau agar umat Islam Indonesia membantu program bantuan ACT untuk bencana kelaparan di wilayah tersebut. "Ini adalah sebuah program yang sangat mulia dan terhormat, mulia dari sisi agama dan terhormat sebagai bangsa Indonesia," ujarnya, Minggu (19/3/2017).

Menurutnya, kepedulian dan uluran tangan umat Islam untuk kemanusiaan akan mengangkat citra positif bangsa Indonesia di mata internasional. Karenanya, program kemanusiaan ACT perlu mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia dari semua elemen mulai dari kalangan bawah, menengah dan atas.

ACT melalui Tim Sympathy of Solidarity (SOS) telah menyalurkan 2,6 ton paket bantuan bahan pangan dari Indonesia ke Somalia. Bantuan tahap pertama ini disalurkan ke sejumlah wilayah, seperti Lower Shabelle dan Bay Region.

Pada Selasa (14/3/2017) lalu, tim SOS mendistribusikan bantuan pangan ke Kampung Kukari di Lower Shabelle yang terletak sekitar 40 km dari Mogadishu.

Kampung Kukari merupakan kampung tidak resmi yang dihuni oleh pengungsi. Bangunan di kampung tersebut terbuat dari seng dan ranting-ranting yang disusun sekenanya.

"Ada sekitar 15 sampai 19 'koloni' pengungsi baru di Kampung Kukari," ujar Senior Manager Komunikasi ACT, Bambang Triyono.

Dan pada Rabu (15/3/2017), tim SOS menyalurkan bantuan ke Kota Baidoa di Bay Region. Kota Baidoa kedatangan hampir 20 ribu pengungsi yang berasal dari desa-desa di sekitar kota tersebut, yang mencari air bersih dan bantuan pangan.

Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan empat negara di Afrika, yakni Yaman, Somalia, Sudah Selatan, dan Nigeria, mengalami bencana kelaparan dan malnutrisi terparah di dunia. Jumlahnya mencapai 20 juta jiwa dan sebagian besar anak-anak.

Di Yaman, sekitar 14,1 juta penduduknya menderita kelaparan parah. Di Nigeria ada sekitar 1,8 juta penduduknya juga hidup dalam kelaparan parah. Sementara Sudan Selatan dan Somalia, masing-masing sekitar 4,9 juta dan 2,9 juta menderita mengalami bencana kelaparan kritis.

Karenanya, badan PBB memohon bantuan masyarakat dunia untuk menghindarkan terjadinya bencana kemanusiaan yang besar. Bencana kelaparan parah yang sedang dihadapi empat negara di Afrika itu dinilai sebagai krisis terburuk sejak badan dunia ini dibentuk sejak 1945.[ton]

Tags

 
x