Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 22:49 WIB

Nilai Ketua DPC Sidoardjo Dipilih Di Luar Prosedur

6 PAC Gerindra Layangkan Mosi Tidak Percaya

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 19 Maret 2017 | 15:30 WIB
6 PAC Gerindra Layangkan Mosi Tidak Percaya
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoardjo - Enam orang Ketua PAC (Pengurus Anak Cabang) Partai Gerindra Sidoarjo melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPC Sidoarjo H. Rifai.

Mereka adalah Ketua PAC Gerindra dari Kecamatan Tarik, Prambon, Balongbendo, Candi, Tanggulangin dan Sidoarjo. Ketua PAC Tarik, M. Tria Septa menyatakan langkah ini diambil karena mereka menganggap pergantian Ketua PAC tidak melalui prosedur.

"Selama ini tidak ada prosedur, tiba-tiba ada pergantian, itu sampai tiga kali," katanya di Sidoardjo, Minggu (19/3/2017).

Pria yang mengaku masih memegang SK sah sebagai Ketua PAC Gerindra Tarik itu mempertanyakan pemecatannya yang tidak prosedural itu.

"Saat ada SK pergantian, saya tidak tahu dan tidak diberi tahu," keluhnya.

Senada disuarakan Ketua PAC Gerindra Prambon, Suyono. Ia juga mengaku setiap momentum politik seperti Pilkada, Pileg dan Pilpres yang lalu, justru orang lain yang berkiprah dan dirinya tidak dilibatkan.

"Kami sebagai pengurus tidak dilibatkan," kata Suyono.

Ketua PAC Gerindra Balongbendo Suparno, juga angkat bicara. Dia mengaku ketiga pimpinan DPC Gerindra yakni M. Rifai, Suwono dan Kayan, tidak layak sebagai pimpinan.

"Ketiganya sudah tidak layak memimpin Partai Gerindra di Sidoarjo," tegasnya.

Alasannya, terang Suparno, selama menjadi Ketua PAC pihaknya tidak pernah diajak koordinasi perkembangan internal partai.

"Bagaimana perkembangan dan membesarkan Gerindra kedepannya, kami tidak pernah diajak bicara," tandasnya.

Enam Ketua PAC Gerindra itu menyatakan sudah pernah memyampaikan persoalan itu, namun tidak ditanggapi. Semua uneg-uneg dan keluhan pernah disampaikan PAC-PAC, namun tidak ditanggapi.

"Kami ini juga masih sebagai Ketua PAC yang sah, mempunyai SK, tapi tidak pernah dilibatkan apapun," papar Ketua PAC Candi, Hanafi.

Terpisah, melalui ponsel yang dihubungi, Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, M. Rifai menyatakan, pihaknya justru mempertanyakan forum PAC yang melakukan pertemuan menuntut kepengurusan saat ini untuk diganti.

"Sebagi kader Gerindra yang baik, boleh-boleh saja seperti itu. Tapi, dilihat dulu forum PAC yang mana, dari mana dan siapa orang-orangnya?" katanya keheranan.

Rifai menegaskan, Partai Gerindra bukanlah seperti partai yang lain atau seperti Gerindra yang dulu. Menurutnya, andaikata ada pergantian atau perubahan pengurus, maka dilakukan sesuai mekanisme yang benar.

"Tidak rapat dalam forum terbuka seperti itu. Kan ada kantornya, kenapa tidak di kantor DPC Partai Gerindra Sidoarjo," jawab Wakil Ketua DPRD Sidoarjo non aktif itu.

Mantan Kades Sidodadi, Taman, itu mempersilahkan jika ada kader yang ingin menyampaiakan aspirasinya. Akan tetapi, penyampaian itu dilakukan secara prosedur menurut aturan organisasi, yakni AD/ART.

Ia pun menegaskan, sampai saat ini hingga Pilpres 2019 mendatang dirinya masih tetap menjabat. "Apapun dan bagaimanapun upaya mereka untuk mengganti tidak akan terwujud," pungkas pria yang tersandung kasus ijazah palsu gelar Sarjana Hukum (SH) itu. [beritajatim]

 
x