Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Maret 2017 | 00:30 WIB
Hide Ads

Pelajar Padang Tolak jadi Target Industri Rokok

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 19 Maret 2017 | 14:22 WIB
Pelajar Padang Tolak jadi Target Industri Rokok
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Padang - Ratusan pelar yang mewakili 30 Sekolah Menengah Pertama, Sumatera Barat melakukan aksi penolakan lantaran dijadikan target industri rokok.

"Kegiatan ini merupakan aksi simpatik untuk memperlihatkan bahwa anak muda dan remaja di Padang sebenarnya menolak menjadi target industri rokok," kata Lembaga Swadaya Masyarakat Ruang Anak Dunia (Ruandu) Foundation, Minggu (19/3/2017).

Aksi ini dilakukan di GOR Agus Salim Padang. Penolakan dilakukan karena berdasarkan hasil penelitian hampir 48 persen perokok muda terpengaruh oleh adanya iklan rokok di sekitar lingkungan sekolah.

menurut dia, jika anak-anak muda sudah merokok maka masa depan akan terancam. Karena calon-calon pemimpin bangsa tumbuh dengan tidak sehat karena rokok.

"Kita berharap aksi-aksi seperti ini terus berkesinambungan sampai tidak ada lagi anak muda yang merokok," ujarnya.

Sementara salah seorang pelajar peserta aksi, Icha mengajak seluruh siswa maupun orang dewasa untuk tidak terpengaruh oleh iklan industri rokok.

"Spanduk-spanduk iklan rokok di lingkungan sekolah memperlihatkan merokok itu membuat seseorang tampil keren, namun dibalik itu kesehatan anak-anak muda terancam," kata pelajar SMP 1 Padang itu.

Senada Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Melinda mengapresiasi kegiatan tersebut karena memang untuk antisipasi awal yang harus disadarkan adalah anak-anak muda yang akan terpengaruh oleh iklan rokok.

"Ini adalah salah satu upaya yang bagus untuk menyadarkan anak-anak muda bahwa mereka sebenarnya merupakan target industri rokok," katanya.

Kemudian ia mengimbau kepada seluruh pelajar Kota Padang agar tidak terpengaruh oleh iklan rokok karena hal itu hanya menguntungkan industri rokok saja, sedangkan untuk diri sendiri hanya mendapatkan kerugian.

"Banyak ruginya, uang habis untuk membeli rokok dan kesehatan juga terancam," tambahnya.

Sementara pemerintah Kota Padang sebelumnya akan menerapkan pelarangan iklan rokok pada 2018 terutama di ruang publik sebagai upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok. [tar]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x