Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 12:55 WIB

PKS: Kasus e-KTP Jangan Jadi Sarana Balas Dendam

Oleh : - | Sabtu, 18 Maret 2017 | 10:17 WIB
PKS: Kasus e-KTP Jangan Jadi Sarana Balas Dendam
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Refrizal - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Refrizal mendesak KPK memproses hukum nama politisi disebut ikut menerima uang korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

"Kredibilitas KPK akan dipertanyakan kalau hanya membongkar sosok-sosok teknis saja," kata Refrizal dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Di samping itu, Refrizal meminta KPK untuk tetap bertindak profesional dalam memproses hukum sejumlah pelaku. Hal itu guna mencegah terjadinya asumsi sebagai sarana balas dendam kepada rezim yang lama.

"PKS selalu di belakang KPK untuk mengungkap kasus korupsi, apalagi yang diduga melibatkan nama-nama besar," pungkasnya.

Diketahui, sidang perdana kasus e-KTP telah dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017) lalu.

Dalam pembacaan surat dakwaan, Jaksa Penununtut Umum (JPU) menyebut sejumlah nama. Di antaranya, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng, Ketua DPR RI Setya Novanto dan masih banyak lainnya yang disinyalir ikut menerima suap dalam kasus dengan dua terdakwa. Yakni, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto tersebut. [rok]

Tags

Komentar

 
x