Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 Maret 2017 | 07:14 WIB
Hide Ads

Disebut Terlibat Kasus e-KTP, Ini Ancaman Mekeng

Oleh : Willi Nafie | Jumat, 17 Maret 2017 | 19:11 WIB
Disebut Terlibat Kasus e-KTP, Ini Ancaman Mekeng
Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng mensinyalir ada pihak yang ingin mencuci tangan dengan mencatut nama-nama yang tidak tersangkut dalam kasus kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

"Ini ada arus besar yang menuju ke satu pusaran, kemudian dia mau pecahin dulu ini gelombang. Pecahinnya dengan ke komisi, ke banggar dan segala macam lah," kata Melchias, kepada INILAHCOM, di Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Menurut Melchias, selama menjabat sebagai wakil rakyat dia tidak pernah bertemu dengan M. Nazaruddin dan Andi Agustinus alias Andi Narogong membahas e-KTP. Untuk itu fitnah yang dilayangkan padanya sangat merugikan nama baik anggota DPR Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) I tersebut.

"Saya kan tidak tahu sama sekali proses ini tetapi kalau saya dikatakan kecipratan ini kan salah, fitnah ini dilemparkan kepada saya. Bagaimana saya terlibat ?," tandasnya.

Sidang perdana kasus e-KTP, telah dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017) lalu.

Dalam pembacaan surat dakwaan, Jaksa Penununtut Umum (JPU) menyebut sejumlah nama yang diduga ikut terlibat. Salah satu nama yang dicatut adalah Melchias. Karena itu dirinya akan mengadukan M Nazaruddin dan Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Bareskrim Polri pada Senin (20/3/2017) mendatang.

Pasalnya, Ketua Komisi XI DPR RI ini merasa difitnah dengan disebut menerima aliran dana dugaan korupsi e-KTP sebesar USD1,4 juta. [ton]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x