Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:34 WIB

Polri Telusuri Keterlibatan WNA di Candy's Group

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 17 Maret 2017 | 13:50 WIB
Polri Telusuri Keterlibatan WNA di Candy's Group
Kabagpenum Humas Polri Kombes Martinus Sitompul - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM , Jakarta - Polri memastikan akan terus mengusut kasus pedofilia online yang beroperasi di media sosial Facebook menggunakan akun "Official Candy's Group" yang belakangan ini diungkap oleh Polda Metro Jaya.

Adapun saat ini polisi baru menetapkan empat orang tersangka. Mereka berprofesi sebagai admin grup sekaligus member.

Para pelaku antara lain Wawan alias Snorlax (27), Illu Inaya alias DS (24), DF alias TK alias DY (17) dan SHDT (16).

"Kasus itu di Polda Metro ya. Prinsipnya bagi kami, Mabel Polri itu mengedepankan daerah-daerah, Polda yang melakukan pengungkapan," kata Kabagpenum Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2017).

Ia pun mengungkapkan, dulu polisi pernah mengungkap kasus serupa dengan menciduk ratusan tersangka. Kasus serupa ini ditangani Polda Jawa Barat.

"Di Jabar dulu ada sekitar 130 tersangka dibawah umur melakukan itu, diungkap sudah. Ini terus dikembangkan karena informasi yang didapatkan penyidik itu menggunakan medsos," jelasnya.

Ia pun tak menutup kemungkinan kasus yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya ada kaitannya dengan jaringan pedofilia di Jawa Barat.

"Kami akan lihat medsosnya ini berhubungan dengan siapa saja. Pasti akan kami data. Misalnya, kami komunikasi dengan orang lain, orang itu akan dilakukan pendataan. Akan diidentifikasi apakah benar melakukan praktik paedofilia dengan membayar atau dengan melakukan upaya. Apakah dia menjadi bagian dari yang melakukan penjualan, ini sedang kami dalami," tuturnya.

Martinus pun memastikan polisi akan berkerjasama dengan FBI untuk melakukan pencarian terhadap dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kasus ini.

"Kemarin sudah dijelaskan mekanismenya, secara otomatis apabila ada warga negara asing, maka FBI akan mencari informasi siapa orang ini dan akan ada pertukaran informasi, sebagaimana lazimnya perjanjian antarnegara," paparnya. [rok]

Tags

 
x