Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 Maret 2017 | 07:12 WIB
Hide Ads

KPK Bakal Cecar Gubernur BI Soal Aliran Dana e-KTP

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 16 Maret 2017 | 23:05 WIB
KPK Bakal Cecar Gubernur BI Soal Aliran Dana e-KTP
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadjojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim Jaksa KPK Irene Putri mengatakan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadjojo akan dicecar mengenai aliran dana korupsi e-KTP.

Sebab, berdasarkan berkas dakwaan anggaran proyek ini sempat ditolak oleh Agus saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Tapi setelah Andi Narogong memberikan uang USD 1 juta kepada Diah Anggraini selaku Sekjen Kemendagri anggaran proyek yang diajukan Gamawan Fauzi senilai Rp5,9 triliun pun dikucurkan oleh Agus. Hal inilah yang akan digali KPK.

"Itu yang ingin kami gali (dalam sidang nanti), apa kemudian dalam pengurusan ada indikasi penerimaan uang," kata jaksa Irene di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Menurut Irene hal itu akan dikonfirmasi kepada Agus lantaran pihaknya curiga adanya aliran dana korupsi e-KTP juga mengalir ke Agus. "(Karena) di dakwaan tidak kami uraikan," ujar Irene.

Agus diketahui mangkir alias tak penuhi panggilan Jaksa KPK. Sedianya ia akan dimintai keterangan sebagai saksi soal kasus korupsi e-KTP. Agus mengaku tak bisa memenuhi panggilan KPK karena menghadiri rapat dewan gubernur dan pergi ke luar negeri.

Bahkan, Agus tidak bisa dihadirkan pada pekan depan. Agus meminta dihadirkan pada pekan berikutnya, yakni diakhir bulan ini.

"Agus sudah bilang minggu depan juga tidak bisa, karena dia konferensi sampai tanggal 21-22, jadi minggu depan masih belum bisa," ujar dia.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebelumnya menyebut mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo terlibat dalam proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Agus diduga memuluskan proyek yang berjalan pada 2011-2013. "Ada dana mengalir ke sana," kata Nazaruddin di KPK, Selasa, 18 Oktober 2016 malam.

Nazaruddin mengatakan anggaran pengadaan proyek e-KTP multiyears tidak akan berjalan tanpa persetujuan Agus. Sebab, kata dia, persetujuan utama proyek tersebut berasal dari Menteri Keuangan yang ketika itu dijabat Agus.[jat]

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x