Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 00:55 WIB

Kasus e-KTP

Jaksa KPK Sebut Keterangan Agus Sangat Penting

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 16 Maret 2017 | 22:53 WIB
Jaksa KPK Sebut Keterangan Agus Sangat Penting
Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irene Putri
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irene Putri mengatakan, keterangan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardjojo sangat penting untuk pembuktian kasus korupsi e-KTP.

Sehingga, kata dia, keterangan Agus harus dikejar untuk melengkapi jalan cerita korupsi yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun. Sedianya Agus akan dimintai keterangan sebagai mantan Menteri Keuangan. Sebab, pada saat proyek ini berlangsung Agung jadi Menkeu.

"(Keterangan Agus) Penting. Keterkaitan Agus (Martowardjojo) dalam (proses) penganggaran itu PHLN (pinjaman hibah luar negeri), yang kemudian menjadi APBN murni," kata Irene di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Selain soal perubahan dana anggaran dari hibah ke APBN juga dikonfirmasi terkait persetujuan proyek e-KTP jadi multiyears. Namun Irene tak merinci kaitan Agus dalam kasus ini.

"Kemudian perubahan tahun anggaran dari yang hanya 2011-2012 menjadi sampai 2013. Banyaklah nanti," ujar dia.

Agus diketahui mangkir alias tak penuhi panggilan Jaksa KPK. Sedianya ia akan dimintai keterangan sebagai saksi soal kasus korupsi e-KTP. Agus mengaku tak bisa memenuhi panggilan KPK karena menghadiri rapat dewan gubernur dan pergi ke luar negeri.

Bahkan, Agus tidak bisa dihadirkan pada pekan depan. Agus meminta dihadirkan pada pekan berikutnya. Yakni diakhir bulan ini.

"Agus sudah bilang minggu depan juga tidak bisa, karena dia konferensi sampai tanggal 21-22, jadi minggu depan masih belum bisa," ujar dia.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebelumnya menyebut mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo terlibat dalam proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Agus diduga memuluskan proyek yang berjalan pada 2011-2013. "Ada dana mengalir ke sana," kata Nazaruddin di KPK, Selasa, 18 Oktober 2016 malam.

Nazaruddin mengatakan bahwa anggaran pengadaan proyek e-KTP multiyears tidak akan berjalan tanpa persetujuan Agus. Sebab, kata dia, persetujuan utama proyek tersebut berasal dari Menteri Keuangan yang ketika itu dijabat Agus.[jat]

Tags

x