Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Maret 2017 | 00:22 WIB
Hide Ads

Pilgub Babel, Saksi Sebut Al Maidah 51 Sudah Marak

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 14 Maret 2017 | 13:23 WIB
Pilgub Babel, Saksi Sebut Al Maidah 51 Sudah Marak
(Foto: inilahcom/Pool/Dharma Wijayanto/EC)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Belitung Juhri mengungkapkan banyak selebaran Surat Al-Maidah 51 di masjid agar tidak memilih pemimpin non-muslim saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung tahun 2007.

Namun tak satupun dari lima pasangan calon Pilgub saat itu, melaporkan masalah tersebut ke Panswaslu. Juhri juga mengatakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu menjadi calon Gubernur Bangka Belitung juga tidak melaporkannya

"Tidak ada," kata Juhri menjawab pertanyaan majelis hakim dalam sidang lanjutan dugaan penodaan agama terdakwa Basuki di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Menurut Juhri, selain Surat Al-Maidah 51, selebaran tersebut sebenarnya memuat surat-surat lainnya yang sifatnya agar umat Islam tidak memilih pemimpin yang tidak seakidah.

"Intinya memilih pemimpin yang seakidah," ujar Juhri.

Juhri mengatakan, Panwaslu Belitung mendapat telepon mengenai sebaran-selebaran tersebut saat salat Jumat di masjid. Saat itu, Juhri mengutus anggotanya Sukri untuk mendatangi lokasi masjid tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Panwas Belitung kemudian mengumpulkan selebaran tersebut untuk dimusnahkan dan sebagian diserahkan ke Panwaslu Provinsi. Selain itu, Juhri kemudian mengecek alamat sekretariat yang mengeluarkan selebaran tersebut.

"Kita hanya cek alamat sekretariat dan menelpon nomornya tapi tidak bisa dihubungi," kata Juhri.

Selain Juhri, tim pengacara Ahok juga menghadirkan dua saksi yang merupakan supir dan teman Ahok saat di Belitung, mereka yaitu Suyanto dan Fajrun. Ketiganya pun sudah selesai bersaksi. Sidang akan dilanjutkan mendengarkan keterangan saksi ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Edward Omar Sharif Hiariej. Edward juga pernah bersaksi dalam kasus sidang kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. [ton]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x