Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 00:52 WIB

Pabrik Semen Rembang Dinilai Ramah Lingkungan

Oleh : - | Sabtu, 11 Maret 2017 | 16:00 WIB
Pabrik Semen Rembang Dinilai Ramah Lingkungan
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat kebijakan publik dari Concern Think Thank Institute, Djuni Thamrin menilai ada kontestasi tidak fair dan seimbang dalam menilai kepentingan pembangunan industri semen nasional yang dijalankan oleh BUMN di Rembang milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan penilaian keselarasan ekologi.

"Khususnya dimensi lingkungan yang dikampanyekan oleh para aktifis," kata Djuni di Jakarta, Sabtu (11/3/2017).

Menurut dia, aktifis lingkungan berpendapat kalau pengadaan semen sebagai salah satu komoditi strategis untuk pembangunan infrastruktur pasti akan merusak dan mengorbankan lingkungan itu paradigma lama yang sempit.

"Dalam paradigma sustainable development, pembangunan industri semen dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup bagi generasi berikut," ujarnya.

Ia menjelaskan dalam kasus pendirian pabrik semen milik negara di Rembang merupakan contoh pembangunan industri semen yang berwawasan lingkungan, karena rencana BUMN itu telah punya pengalaman panjang mereka telah melakukan produksi semen yang ramah lingkungan.

"Sisa penambangan baru gamping di site Tuban dan Gresik Jawa Timur telah direklamasi kembali yang kemudian ditanami dengan tanaman produktif," jelas dia.

Jadi, kata Djuni, kekhawatiran kelompok aktifis lingkungan akan hilangnya lokasi sawah mereka dan terjadinya kerusakan lingkungan Insya Allah tidak terjadi. Karena, semua potensi kerusakan sudah dibuatkan mitigasinya.

"Yakni dengan penerapan sistem penambangan yang menggunakan ilmu pengetahuan mutakhir. Mulai dari penentuan lokasi, cara menambang, manajemen lingkungan, kontrol dan seluruh rangkaian tata kekola telah diperhitungkan secara detail dalam amdal yang kredible," katanya.

Bukan hanya potensi dampak lingkungan, potensi dampak sosial, ekonomi serta budaya juga sudah masuk dalam agenda perencanaan amdal dan pengelolaan industri. Bahkan, warga dan pemerintah lokal dipersilakan untuk ikut dalam pengawasan seluruh proses produksinya.

"Jadi, sejauh ini tidak ada kontestasi dan benturan paradigma industri dan lingkungan dalam industri semen di Kabupaten Rembang," katanya.

Potensi kontestasi justru sangat mungkin terjadi antara modal asing dan BUMN untuk menguasai supply semen di Jawa Dan Indonesia. Hampir semua pemain besar industri semen dunia sudah ada dan sudah mencengkram pengaruhnya di Indonesia.

Presiden Soekarno di tahun 1957 saat meresmikan pabrik semen Gresik yang sekarang menjadi holding Semen Indonesia, sudah berpesan agar pabrik semen sebagai alat perjuangan bangsa jangan dihancurkan, karena penjajahan baru adalah penguasaan bahan baku dan pasar, termasuk semen.[ris]

Tags

Embed Widget

x