Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:30 WIB

Aher Gak Nyangka Dapat Pena Emas PWI

Oleh : - | Jumat, 10 Maret 2017 | 20:57 WIB
Aher Gak Nyangka Dapat Pena Emas PWI
(Foto: InilahKoran)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendapat penganugerahan pena emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap Gubernur Ahmad Heryawan yang dalam masa kepemimpinannya paham pers, paham pembangunan, kebangsaan dan juga kemasyarakatan.

Selain itu, Gubernur yang biasa disapa Aher ini juga dinilai mampu menjalin hubungan baik dengan pers dan juga dalam menjalankan tugasnya. Penganugerahan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI Margiono di Gedung Sate, Bandung, Jumat (10/3/2017).

"Anugerah ini karena jasa beliau yang dinilai besar tehadap pers nasional, terutama pers Jawa Barat. Perhatian beliau terhadap pers, tidak pernah menodai pers, silaturahmi dengan wartawan juga baik," kata Margiono.

Penghargaan ini dikatakannya sudah banyak, namun juga tidak sedikit. Penghargaan tersebut dijelaskannya diberikan paling banyak diberikan kepada kepala daerah, swasta, bahkan hanya dua orang jurnalis yang mendapatkan penghargaan ini.

Sementara itu Aher ditempat yang sama mengaku tidak pernah menyangka mendapat penghargaan tersebut, bahkan ia menilai dirinya belum pantas mendapatkan penghargaan ini. "Saya kaget, gak nyangka dapet penghargaan ini," ungkapnya usai mendapatkan penghargaan pena emas.

Saat ini, menurut Aher media mainstream saatnya melakukan fungsinya sebagai pemberi informasi kepada masyarakat agar mulai bergerak pada literasi media sosial, sebab dengan perkembangan teknologi informasi masyarakat kini menjadi konsumen media sosial paling besar tanpa adanya filter.

"Kini muncul media yang tanpa adanya kode etik dan juga aturan mengenai pemberitaannya, yaitu media sosial," ungkap pria berkaca mata ini.

Terlebih kata dia sangat percaya media punya pengaruh dahsyat terhadap pola pikir masyarakat, sehingga ketika media dikelola dengan moralitas dan profesional yang baik, maka akan berdampak baik pula pada masyarakat.

Namun nyatanya, ia menambahkan media kini dalam pertarungan baik dan buruk dengan berbagai kepentingan didalamnya, sehingga ia menyatakan dengan memanfaatkan media dengan berpihak pada yang baik dan benar, sehingga informasi dapat di sebarkan dengan masiv dan dengan kata- kata yang baik.

Pada intinya ia menilai, guna mengikis informasi-informasi hoax di masyarakat, media mainstream mempunyai peran tersebut dengan cara melakukan pemberitaan dengan mengedepankan kode etik juga tabayun (verifikasi).

Dengan cara ini maka diharapkan media mampu menjadi sebuah kekuatan untuk masyarakat dalam menghadapi banjir informasi yang kini tak terkontrol.

Ia mengatakan selama ini berupaya menjalankan tugas sebagai kepala daerah dengan sebaik-baiknya. Mengedepankan birokrasi yang transparan dan inovasi-inovasi berkaitan pelayanan kepada masyarakat. Aher pun berharap hubungan dengan pewarta ke depannya semakin baik.

Dalam acara ini juga dilantik Pengurus PWI Jawa Barat. PWI diharapkan bisa menjadi wadah bagi para jurnalis yang bersama-sama menjadi pilar keempat demokrasi untuk membangun bangsa.

"Kemudian tugas kepada PWI, pengawasan terhadap para wartawan agar memenuhi kode etik jurnalistik saat membuat produk jurnalistik. Membangun bangsa semakin tercerahkan," pungkasnya. [inilahkoran]

 
Embed Widget

x