Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 10:02 WIB

Jokowi Sarankan Sektor Alternatif Bangun Kaltim

Oleh : Raiy Muhammad | Kamis, 9 Maret 2017 | 20:20 WIB
Jokowi Sarankan Sektor Alternatif Bangun Kaltim
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar Rapat Terbatas dengan topik Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kalimantan Timur.

Melalui sambutannya, Jokowi mengungkapkan bahwa konsekuensi dari turunnya harga komoditas mineral dan batu bara (minerba) di tingkat global yang berdampak pada perekonomian Provinsi Kalimantan Timur, sejumlah sektor alternatif ditawarkan sebagai penggerak roda ekonomi baru di Provinsi tersebut.

"Saya ingin kita memanfaatkan kondisi ini sebagai momentum untuk melakukan langkah-langkah pengembangan sektor-sektor unggulan alternatif diluar sektor pertambangan, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan maupun sektor industri pengolahan," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis(9/3/2017).

Sebagai provinsi yang pertumbuhan ekonominya lebih banyak digerakkan oleh sektor pertambangan, penurunan harga komoditas di tingkat global membawa dampak yang signifikan bagi perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur.

Oleh karena itu, Presiden RI menyarankan perlunya pengembangan sektor-sektor unggulan alternatif, diluar sektor pertambangan.

Sektor tersebut antara lain di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan sektor industri pengolahan.

"Pengembangan sektor-sektor ini, saya harapkan dapat memberikan nilai tambah serta menyerap banyak tenaga kerja di Kalimantan Timur," ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara juga mengatakan bahwa seiring dengan mulai beroperasinya pabrik baru CPO (Crude Palm Oil), pembangunan kilang minyak Bontang, serta perbaikan kilang minyak dari Pertamina, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyinggung masalah infrastruktur yang diyakininya dapat menumbuhkan perekonomian ke arah positif dan lebih cepat lagi.

"Infrastruktur pendukung harus dibenahi. Baik infrastruktur transportasi, seperti Jalon Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Trans Kalimantan, pembangunan jalur kereta api, pembangunan bandara dan penyiapan pelabuhan serta galangan kapal," terangnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya infrastruktur penunjang untuk pengembangan kawasan-kawasan industri pengolahan seperti Kawasan Ekonomi Khusus Maloy yang nantinya akan difokuskan untuk industri pengolahan kelapa sawit.

"Kita juga perlu menuntaskan pembangunan waduk atau bendungan yang selain bermanfaat bagi pengembangan usaha di sektor pertanian, juga dapat dikembangkan untuk penyediaan air baku sebagai sumber energi alternatif," tuturnya. [hpy]

 
x