Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:49 WIB

Kapolri: Indonesia Adalah Bangsa Yang Unik

Oleh : Koran Jabar | Rabu, 8 Maret 2017 | 12:45 WIB
Kapolri: Indonesia Adalah Bangsa Yang Unik
(Foto: Koran Jabar)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Jenderal Kapolri Tito Karnavian memberikan kuliah umum di kampus ITB Aula Barat, Rabu (8/3/2017).

Tema yang diangkat pada kuliah umum itu adalah Tantangan kebinekaan dalam era demokrasi dan globalisasi.

Pada kuliah umumnya, Tito menyampaikan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang unik. Dengan keberagaman suku, kebinekaan Indonesia tetap menjadi bangsa yang bersatu dari Sabang sampai Marauke.

"Masalah kebinekaan ini menjadi sangat penting untuk kita semua," kata Tito.

Di Indonesia, kata dia, banyak agama yang dipeluk oleh umatnya. Beberapa daerah di Indonesia justru mayoritas bukan agama Islam, misal seperti Bali atau Papua.

Selain agama, Indonesia juga memiliki keturunan ras. Mulai dari Arab, Eropa, India, Tionghoa dan lainnya. Semua itu terekat dalam ikatan kesatuan, dan keekaan.

"Makanya disebut Bhineka Tunggal Ika. Kesatuan dalam keberagaman, jargon ini sering kita dengar," imbuhnya.

Sebagai contoh, dia menyampaikan, Amerika adalah bangsa yang heterogen, kendati begitu, mereka tetap bersatu. Banyak bangsa yang homogen yang tidak beragam dan mereka tetap bisa bertahan.

"Bagaimana uniknya bangsa kita ini, di tengah keberagaman tadi, berbagai suku, masih bisa survive menjadi satu bangsa," ucapnya.

Menurutnya, setiap manusia mempunyai kepentingan yang berbeda, tidak ada satu pun manusia yang memiliki kepentingan persis. Sehingga, perbedaan itu akan menjadi konflik, bagaimana konflik itu bisa dicari solusi terbaiknya.

Dia menambahkan, dalam kuliah umumnya, ada faktor yang dapat mengancam kebhinekaan itu sendiri. Ancaman pertama adalah masalah internal atau kesejahteraan. Mereka yang beruntung secara ekonomi dengan mereka yang kurang beruntung secara ekonomi.

"Masalah yang sangat penting itu masalah ekonomi. Ekonomi menjadi penting. Bagaimana tantangan kebinekaan ini di situasi saat ini, apakah kebinekaan ini kita biarkan begitu saja. Kita tidak boleh menganggap itu lahir dan sudah ada begitu saja," paparnya.

Kuliah umum ini berlangsung selama satu jam dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa ITB dari berbagai jurusan yang berbeda. [rok]

Tags

 
x