Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 20:34 WIB

Polisi Gerebek Penampungan TKI Ilegal di Juanda

Oleh : Ajat M Fajar | Selasa, 7 Maret 2017 | 18:33 WIB
Polisi Gerebek Penampungan TKI Ilegal di Juanda
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoarjo - Satreskrim Polresta Sidoarjo menggerebek tempat penampungan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di penginapan Usman Jalan Graha Juanda Damarsih Kecamatan Sedati.

Dari penampungan TKI yang akan dikirim Suntoko (37) ke negara Timur Tengah itu, petugas mengamankan 69 calon TKW asal Jakarta, Jabar, Jateng dan Lombok, beserta visa dan tiket pesawat masing-masing TKW yang ada.

Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo AKP Syamsul Hadi menyatakan, TKW yang ada, rencananya akan diberangkatkan ke beberapa negara di Timur Tengah.
Mereka akan dikirim sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

"Semalam kami menggagalkan pengiriman TKI sebanyak 5 orang TKW, tujuan Qatar di Bandara Internasional Juanda," tegasnya Selasa (7/3/2017).

Dia menambahkan, utuk diketahui, sejak tahun 2011 sampai saat ini, Indonesia masih memberlakukan moratorium TKI untuk tenaga PRT tujuan Timur Tengah.

"Saat ini pemerintah masih menghentikan pengiriman TKI tujuan Timur Tengah untuk tenaga PRT. Sedangkan untuk tenaga ahli, masih berlansung," terangnya.

Dia menambahkan, tempat penyaluran tenaga kerja ini tidak memiliki ijin. Para TKI ini juga tidak dibekali keahlian apapun.

Suntoko yang menampung dan akan memberangkatkan melalui Bandara Internasional Juanda ini sebagai penyalur dan agennya ada di Timur Tengah.

"Semua TKI ini dibekali paspor. Untuk mengetahui keaslian dan lain sebagainya, nanti kami akan berkordinasi dengan pihak Imigrasi," tetangnya.

Sementara itu, Waka Satreskrim Polresta Sidoarjo AKP Teguh S mengungkapkan, kepada penyidik, tersangka Suntoko ini, selama setahun menjadi penyalur, sudah pernah menyalurkan sekitar 30 TKI tujuan Timur Tengah. "Mereka diberangkat ke Timur Tengah, lalu jaringan atau agen disana yang akan menjemput para TKI itu," jelas Teguh.

Soal komisi, Teguh menyinggung yang didapatkan oleh Suntoko dari agennya, akan mendapatkan komisi sebesar Rp 700 ribu/orang atau TKI. "Pelaku akan dijerat dengan Pasal 102 ayat (1) huruf a dan huruf b UU No 39 Tahun 2004 tentang Perlindungan dan Perempuan TKI Luar Negeri," pungkas Teguh.[beritajatim]

Tags

 
x